18 March 2022, 18:31 WIB

Indonesia dan Mesir Inginkan Kedamaian di Palestina


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

Antara/Hafidz Mubarak A.
 Antara/Hafidz Mubarak A.
Retno Marsudi.

INDONESIA dan Mesir menginginkan Palestina berdaulat dan damai. Kedua negara akan mencari strategi yang solutif supaya dapat diterima dunia, khususnya Israel.

"Soal Palestina, kami berbagi keprihatinan bersama. Meskipun masih menghadapi pandemi dan tantangan global lainnya, kita harus terus mendukung upaya kemerdekaan Palestina," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pernyataan resmi di sela menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Hassan Shoukry, Jakarta, Jumat (19/3).

Menurut dia, Indonesia dan Mesir akan menginisiasi negosiasi untuk mendorong perdamaian di Palestina. Tawaran kesepakatan yang akan dirancang diharapkan dapat diterima Palestina dan Israel. "Kami sepakat untuk mendorong proses perdamaian melalui dimulainya kembali negosiasi multilateral yang kredibel berdasarkan kesepakatan internasional parameter. Tujuannya mencapai solusi untuk kedua negara (Palestina-Isarel)," paparnya.

Retno mengatakan kedua negara enggan membiarkan penderitaan terus berlanjut di Palestina. Selain kekerasan dan teror akibat konflik, rakyat Palestina juga terbebani pandemi covid-19. "Meskipun masih menghadapi pandemi dan tantangan global lain, kita harus terus mendukung upaya kemerdekaan Palestina," tuturnya.

Masih menurut Retno, Indonesia dan Mesir juga akan bertukar pengalaman dalam penanggulangan dan vaksinasi covid-19. Kekayaan pengalaman akan mempermudah kedua negara terbebas dari pandemi virus ini. "Saya menyebutkan pentingnya pertukaran pengalaman sebagai praktik terbaik di industri vaksin kami," terangnya.

Retno menjelaskan, Indonesia dan Mesir sama-sama masuk daftar penerima skema teknologi transfer mRNA dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Sejalan dengan salah satu prioritas Indonesia untuk Presidensi G20, kami juga sepakat bekerja sama memperkuat arsitektur kesehatan global," jelasnya.

Selain kerja sama vaksin, kedua menteri juga membahas pemulihan ekonomi pascapandemi. Mesir, kata Retno, ialah mitra dagang terbesar ketiga Indonesia di Timur Tengah. Nilai perdagangan kedua negara pada 2021 meningkat hingga 57,6%. 

Dalam waktu dekat, terang Retno, Indonesia dan Mesir akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) Pembentukan Gabungan Komite Perdagangan antara Menteri Perdagangan kedua negara. "MoU ini diharapkan dapat mempercepat kemungkinan kesepakatan perdagangan preferensial antara Indonesia dan Mesir," sambungnya.

Keduanya juga membahas kerja sama pendidikan. Dalam kesempatan ini, Retno menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Mesir karena memberikan perhatian besar kepada para pelajar Indonesia di sana, khususnya di Universitas Al Azhar. "Bahasa Indonesia saat ini ditawarkan sebagai kursus bahasa kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al Azhar," terangnya.

Baca juga: Pembahasan RUU TPKS Didorong Segera Tuntas

Ia mengharapkan dapat mendirikan jurusan Bahasa Indonesia dalam waktu dekat. Indonesia dan Mesir yang menjadi tempat dengan penduduk muslim terbesar dunia juga memiliki visi yang sama mengenai toleransi antarumat beragama. (OL-14)

BERITA TERKAIT