16 March 2022, 23:05 WIB

Iluni UI Temui Wakil Ketua MPR RI Bahas Konsep Kohesi Kebangsaan


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

dok Iluni UI
 dok Iluni UI
Sebagian pengurus Iluni UI berpose bersama Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat di Jakarta, kemarin.

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Andre Rahadian, bersama beberapa pengurus organisasi yang dipimpinnya, bertemu dengan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Lestari Moerdijat. Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, (Rabu (16/3), Andre menjelaskan mengenai pentingnya konsep Kohesi Kebangsaan. Menurut dia, saat ini masyarakat tengah berada pada era 4.0, yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Andre juga mengatakan, kondisi pandemi saat ini juga menjadi latar belakang mengapa pada akhirnya Iluni UI harus mempunyai peran dalam menciptakan Kohesi Kebangsaan.

Dalam pertemuan itu, Lestari Moerdijat, yang akrab dipanggil Rerie, mengatakan keinginannya untuk membawa UI dan Iluni UI menjadi rumah bersama dan tempat yang nyaman. Perempuan yang juga pernah menjadi pengurus Iluni UI ini mengataka,  Iluni perlu mengambil peran mengisi ruang-ruang kosong di periode sebelumnya untuk membangun kembali UI sebagai institusi yang menjadi lambang dan misi kebangsaan.

“Kita bersama harus menyiapkan diri pada situasi yang dinamis dibandingkan pada masa sebelumnya, dalam pengertian bukan hanya eksis mengambil peran. Kita menyatukan langkah dalam sisi yang positif, warna kita merah putih jangan sampai ada isu hanya dikuasai oleh satu kelompok tertentu. Saya berharap di sisa kepengurusan ini, kita harus mempunyai pandangan, tidak boleh mematikan, tetapi kita harus menjadi bagian akademisi dari UI,” imbuhnya.

Ketua Iluni UI, Herzaky Mahendra Putra  berharap Iluni UI dapat merangkul satu sama lain. Herzaky juga mengatakan, bahwa kunjungan tokoh ini demi mencari kesepahaman, keguyuban, dan meminta masukan dalam gerakan Kohesi Kebangsaan. “Selain itu,  dari kunjungan tokoh ini bisa memunculkan kolaborasi dalam pengembangan gerakan Kohesi Kebangsaan, baik itu dengan melalui media podcast dan membuat buku secara bersama mengenai Kohesi Kebangsaan”, ujar Herzaky.

Sekretaris Jenderal ILUNI UI, Bachtiar Firdaus, mengatakan gagasan Kohesi Kebangsaan diharapkan dapat memperkuat bangsa Indonesia. “Berharap polarisasi yang ada di masyarakat tidak meningkat, Iluni UI ingin fokus terhadap persamaannya bukan mencari perbedaannya, sehingga bisa saling memahami antara satu sama lain. Kita bisa lagi meningkatkan kembali kualitas demokrasi kita dengan kuncinya adalah dengan bahu-membahu,” tuturnya.

Ketua ILUNI UI Susy Rizky Wiyantini mengapresiasi keaktifan dari kegiatan Iluni yang diadakan setiap harinya. “Untuk gerakan Kohesi Kebangsaan ini sudah ada dari awal, Mas Andre sebagai Ketua Umum Iluni UI sudah memulai sejak di dalam internal kepengurusan. Kita ada Bang Zaky dari Demokrat dan saya dari PSI. Di Universitas Indonesia juga kami sudah merencanakan untuk membangun rumah ibadah dan semoga semua upaya tersebut bisa mencairkan,” ucapnya.

Koordinator Tim Kohesi Kebangsaan Policy Center Iluni UI, Gemintang Kejora Mallarangeng, mengatakan bahwa dari Policy Center Iluni UII sudah secara rutin mengadakan diskusi guna berbagi kohesi bersama dengan yang lainnya. “Dengan adanya diskusi bisa menghasilkan kebijakan dan harapannya ke depannya bisa mengadakan diskusi bersama guna mencari formula yang paling maksimal,” tuturnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Taufik Basari mengatakan, ide mengenai Kohesi Kebangsaan ini harus didukung. Besar targetnya Iluni UI menjadi lokomotif dalam gerakan Kohesi Kebangsaan. “Tantangannya alumni UI bisa meraih eksistensi secara mandiri, jadi tidak menjadikan label alumni UI yang dibanggakan, maka diharapkan ketika Iluni UI mendapatkan brand, harapan ini yang akan menjadi dibanggakan oleh alumninya. Saya berharap ini akan terus terbangun,” ucapnya. (RO/M-4)

 

Sementara itu, Dosen Universitas Indonesia, Dr. Irwansyah, S.Sos., M.A. mengatakan, bahwa gerakan Kohesi Kebangsaan harus digerakkan di dalam internal itu sendiri. “Halnya seperti mengajak kembali para staf serta pengajar di ILUNI UI. Integrasi di internal harus dikuatkan kembali dan ini merupakan sebuah proses,” pungkasnya (*)

 

 

 

BERITA TERKAIT