15 March 2022, 22:34 WIB

Menko PMK Sebut Stabilitas Polhukam Pengaruhi Pembangunan SDM 


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

Dok. Kemenko PMK
 Dok. Kemenko PMK
Menko PMK Muhadjir Effendy saat  membuka Rakor Bidang Polhukam Kantor Staf Kepresidenan

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, stabilitas politik, hukum dan keamanan (polhukam) sangat penting dan berpengaruh terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam rangka mempersiapkan puncak bonus demografi. 

“Stabilitas polhukam itu penting. SDM tidak akan berjalan dengan baik tanpa stabilitas polhukam,” tegas Menko PMK saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Bidang Politik, Hukum dan HAM yang diselenggarakan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di The Pullman Hotel Jakarta, Selasa (15/3). 

Stabilitas polhukam yang dimaksud antara lain penguatan kebebasan sipil dan hak politik, penciptaan kondisi aman, dan peningkatan akses dan kualitas informasi publik. Hal itu penting karena beberapa isu yang berkembang di bidang polhukam banyak menegaskan dinamisnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

Menyikapi hal tesebut, pemerintah dituntut secara tegas untuk mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalah terkait stabilitas polhukam terutama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

Baca juga : Abaikan Panggilan DPR, Lutfi Dianggap Melawan Rakyat

“Selain memastikan adanya regulasi yang memadai dan komprehensif, pemerintah juga berkewajiban untuk mensosialisasikan kebijakan-kebijakan dalam bidang politik, hukum, keamanan, pertahanan dan HAM kepada seluruh masyarakat dengan melibatkan segenap pemangku kepentingan,” tambahnya. 

Pengembangan SDM yang unggul dan berwawasan kebangsaan perlu mendapat perhatian dan penanganan secara tepat. Lantaran, ke depannya akan sangat memberikan dampak pada perkembangan politik, hukum, dan keamanan nasional terutama untuk mencapai stabilitas. 

“Apalagi kita akan menghadapi era bonus demografi yang tidak akan mungkin bisa kita hindari dan ini harus ditangani dengan bijak agar kita bisa menjadikannya momentum untuk kemajuan bangsa dan negara,” pungkas Menko PMK. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT