13 March 2022, 11:51 WIB

Isu Penundaan Pemilu Hanya Permainan Elite Politik


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Presiden Partai Buruh Said Iqbal (kiri) berorasi menolak penundaan pemilu 2024 di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat (11/3). 

PAKAR komunikasi politik Antonius Benny melihat isu penundaan pemilu hanyalah permainan para elite partai politik dan sama sekali bukan aspirasi publik.

Isu tersebut mereka embuskan demi memperoleh posisi tawar menawar tinggi di dalam lingkungan pemerintahan.

“Ini permainan kata-kata untuk mencapai tujuan para elite politik, yaitu menaikkan bargaining posisi mereka. Ini bukan aspirasi publik. Ini hanya demi kepentingan individu para petinggi partai politik,” ujar Benny melalui keterangan resmi, Minggu (13/3).

Alasan yang disampaikan perihal penundaan pemilu pun, menurutnya, terkesan sangat dibuat-buat, contohnya adalah pandemi covid-19.

Baca juga: Survei LSI ungkap Mayoritas Rakyat Tolak Penundaan Pemilu

Padahal, saat ini penanganan covid-19 sudah semakin baik bahkan pelonggaran peraturan telah dilakukan di sejumlah sektor.

Isu penundaan pemilu, lanjut Benny, hanya akan merusak rasa percaya masyarakat terhadap partai-partai politik terutama yang menggaungkan wacana tersebut.

“Elite politik seharusnya menciptakan kepercayaan publik dan mampu memberikan kepastian kepada masyarakat. Kalau seperti iini malah membuat masyarakat tidak percaya. Publik jadi frustasi," tuturnya.

Ia pun berharap pemerintah dapat mengambil sikap tegas terkait isu tersebut. Jangan sampai, pemerintah ikut terbawa arus karena itu akan membuat kondisi di masyarakat menjadi ricuh.

"Karena publik tidak akan lagi percaya dengan sistem. Ini bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita reformasi dan konstitusi,” tegas Benny. (Pra/OL-09)

BERITA TERKAIT