11 March 2022, 13:43 WIB

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin Rayakan Ulang Tahun Ke-79


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

Ist
 Ist
Perayaan sederhana dengan pemotongan nasi tumpeng digelar staf Wapres di Kediaman Wakil Presiden di Menteng, Jakarta Pusat, pagi tadi.

WAKIL Presiden (Wapres) Republik Indonesia, KH. Ma'ruf Amin tetapt hari ini, atau Jumat (11/3) genap berusia 79 tahun.

Perayaan sederhana dengan pemotongan nasi tumpeng digelar staf Wapres di Kediaman Wakil Presiden di Menteng, Jakarta Pusat, pagi tadi.

Ma'ruf Amin yang memiliki nama kecil Ma'ruf al-Karkhi lahir pada 11 Maret 1943 di Kresek, Tangerang. Wakil Presiden Indonesia ke-13 itu lahir di Masa Pendudukan Jepang.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ke-7 dan Rais 'Aam Nahdlatul Ulama ke-10 itu merupakan anak pasangan Mohamad Amin dan Maimoenah.

Sejauh ini, Ma'ruf yang memiliki delapan anak merupakan ulama dan orang kedua yang berasal dari suku Sunda yang menduduki jabatan Wakil Presiden.

Baca juga: Wapres: Jangan Lagi Ada Korban Jiwa dalam Konflik Papua

Ma'ruf yang di masa mudanya sangat menggemari sepak bola dilantik sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2019.

Meski berstatus sebagai ulama, Ma'ruf Amin adalah politikus senior dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Dikutip dari Wikipedia, ia pernah menjadi anggota DPR RI pada 1 Oktober 1997 hingga 30 September 2004.

Selain itu, doktor kehormatan bidang hukum dan ekonomi syariah oleh Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Guru Besar Kehormatan Bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim itu juga sempat menjadi legislator DPRD DKI Jakarta selama dua periode, yakni 1971–1977 dan 1977–1982.

Wakil Presiden tertua yang dilantik dalam sejarah Indonesia itu juga malang melintang di kepengurusan partai. Dimulai dari Partai Nahdlatul Ulama (1971–1973), Partai Persatuan Pembangunan (1973–1998), Partai Kebangkitan Bangsa (1998–2006), dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (2006–2011).

Khusus PKNU, suami Wury Estu Handayani itu tercatat sebagai pendiri pada tahun 2006. Ia sempat menjabat sebagai Ra'is Dewan Mustasyar. PKNU didirikannya bersama para ulama dan tokoh politik terkenal setelah legalitas Partai Kebangkitan Bangsa dibatalkan. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT