08 March 2022, 19:30 WIB

Kejahatan Jalanan di Jakpus Marak Karena untuk Beli Narkoba


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

Dok.MI
 Dok.MI
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi 

JAKARTA Pusat merupakan salah satu wilayah yang nyatanya masih sering terjadi aksi kejahatan di jalanan. Bahkan, hampir seluruh pelakunya di bawah pengaruh narkoba jenis sabu dan lainnya.

Hal itu diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi, Selasa (8/3).

Hengki menyebut, motif kejahatan jalanan tak hanya melulu soal uang.

Lebih dari itu, mereka melakukan aksi kejahatan di jalanan lantaran  butuh untuk membeli atau menukarkan hasil kejahatanan jalan dengan sabu.

"Pengalaman saya, dulu di Jakarta Barat, kami pernah ungkap jambret geng tenda oranye, ternyata pelaku jambret dikoordinir oleh seseorang untuk lakukan penjambretan dan uangnya ditukar dengan sabu, ini pengalaman saya," ungkap Hengki, Selasa (8/3).

Baca juga: Tanah Bergerak Berpotensi Landa 10 Kelurahan, ini Kata Wagub DKI Jakarta

Dengan memakai sabu, kata Hengki, para pelaku biasanya lebih agresif, berani dan hilang rasa empati.

Sehingga, ketika beraksi mereka tidak segan-segan melukai korbannya yang melawan dan mempertahankan barang berharganya.

"Jadi mereka melakukan kegiatan pelanggaran hukum deviasi ini merupakan stimulus dari narkoba khususnya sabu," paparnya.

Hengki mengaku pihaknya bakal mengedepankan upaya preventif dengan mencegah pelaku kejahatan di Jakarta Pusat.

"Sehingga fatalitas korban semakin berat bisa kami atasi dan tidak sampai ada korban jiwa," papar eks Kapolres Jakarta Barat itu. (OL-4)

BERITA TERKAIT