15 February 2022, 10:01 WIB

Sidang Perdana Ferdinand Hutahaean Digelar Hari Ini di PN Jakpus


Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum

ANTARA/Reno Esnir
 ANTARA/Reno Esnir
Ferdinand Hutahaean

MANTAN politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) hari ini, Selasa (15/1). Ferdinand akan disidang dalam kasus ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Beliau sehat dan siap (jalani sidang perdana)," kata Kuasa Hukum Ferdinand, Rony Hutahaean, saat dikonfirmasi, Selasa (15/1).

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menyerahkan berkas perkara tahap I Ferdinand pada 18 Januari 2022. Berkas itu dinyatakan lengkap atau P21.

Baca juga: Kasus Ferdinand Hutahaean Segera Disidang

Kemudian, penyidik menyerahkan Ferdinand dan barang bukti ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Kejagung melimpahkan langsung ke Kejari Jakarta Pusat.

Kejari Jakpus telah menerima pelimpahan Ferdinand dari Bareskrim Polri. Namun, Ferdinand dititipkan penahanan di Rutan Rorenmin Bareskrim Mabes Polri selama 20 hari terhitung 24 Januari-Februari 2022.

"Pada 24 Januari 2022 pukul 11.30 WIB telah dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari Penyidik Bareskrim Mabes Polri kepada penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat atas nama tersangka Ferdinand Hutahaean," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Jakpus Bani Immanuel Ginting dalam keterangan tertulis, Senin (24/1).

Ferdinand ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian bermuatan SARA serta penyebaran berita bohong di medsos. 

Dia ditahan sejak 10 Januari 2022 hingga 20 hari ke depan di Rutan Bareskrim Polri. Ferdinand dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti.

Ferdinand dijerat Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) terkait ujaran kebencian, Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 KUHP tentang Penyebaran Berita Bohong. Ferdinand terancam hukuman 10 tahun penjara.

Ferdinand Hutahaean dilaporkan Ketua Umum (Ketum) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama. Laporan terdaftar dengan nomor LP/B/0007/I/2022/SPKTBarekskrim Polri tertanggal 5 Januari 2022.

Ferdinand menjadi perbincangan masyarakat usai menulis kalimat kontroversi di akun Twitter @FerdinadHaean3. Kicauannya viral di medsos.

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, Maha Segalanya. Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela," tulis Ferdinand di Twitter, 4 Januari 2022.

Akibat cuitan itu, tagar #TangkapFerdinand sempat trending di Twitter. Banyak warganet mengecam cuitan Ferdinand Hutahaean atas dugaan penistaan agama. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT