12 February 2022, 11:26 WIB

Bakamla dan TNI AL Halau Tanker asal Marshall Masuk Selat Malaka


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

FOTO/vesselfinder.com
 FOTO/vesselfinder.com
Kapal tanker MT Chemstar Sapphire berbendera Kepulauan Marshall.

BADAN Keamanan Laut (Bakamla) bersama TNI Angkatan Laut mengusir kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall pada Kamis (10/2/). Pasalnya kapal yang tengah berada di Selat Malaka, Sumatera Utara, itu berpotensi membayangkan jalur pelayaran.

Kabag Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita menjelaskan, kejadian bermula saat Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla mendeteksi sebuah kapal mencurigakan di perairan Selat Malaka.

"Kapal tersebut kemudian diidentifikasi sebagai kapal tanker MT Chemstar Sapphire berkebangsaan Marshall Islands (Kepulauan Marshall)," kata Wisnu dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/2).

Wisnu mengatakan, saat dideteksi, MT Chemstar Sapphire tidak bergerak dengan waktu yang cukup lama di tengah jalur internasional Selat Malaka. Aksi tersebut pun mencurigakan dan membahayakan jalur pelayaran.

Baca juga: Bakamla RI dan 19 Negara Gelar Pemantapan Wawasan Hukum Maritim

Temuan ini kemudian dilaporkan kepada Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Bambang Irawan guna menggerakan unsur patroli Bakamla terdekat untuk memeriksa MT Chemstar Sapphire.

Bambang Irawan, lanjut Wisnu, memerintahkan untuk memonitor unsur patroli terdekat dan didapati ada KRI Kartoang-872. Kemudian KRI Kartoang-872 langsung meluncur ke perairan Selat Malaka mendekati target MT Chemstar Sapphire untuk melakukan pemeriksaan.

"Setibanya dilokasi pukul 12.45 WIB, KRI Kartoang-872 melaksanakan shadowing dan melakukan komunikasi menggunakan gelombang radio," katanya.

Dari komunikasi tersebut, kata Wisnu KRI Kartoang-872 mendapatkan informasi MT Chemstar Sapphire mengaku melaksanakan drifting sejak Rabu (9/2) dengan alasan menunggu perintah gerak lebih lanjut untuk sandar di Belawan.

Selanjutnya, masih kata Wisnu, Komandan KRI Kartoang-872 memerintahkan MT Chemstar Sapphire untuk bergerak menuju area lego jangkar di perairan Belawan. Itu dengan pertimbangan drifting di perairan internasional yang dilakukan sangat membahayakan pelayaran kapal lainnya.

"Setelah koordinasi dengan pihak agen, MT Chemstar Sapphire langsung bergerak menuju daerah lego di perairan Belawan. Selanjutnya, KRI Kartoang-872 melanjutkan patroli sektor," pungkasnya. (Cah/OL-09) 

BERITA TERKAIT