29 January 2022, 15:21 WIB

Penunjukan Mayjen Maruli Terbantu Faktor Kekerabatan


 Tri Subarkah | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
 ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Mayjen TNI Maruli Simanjuntak telah ditunjuk sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

PENUNJUKAN Mayjen Maruli Simanjuntak sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) sedikit banyak didongkrak karena faktor kekerabatan.

Maruli diketahui merupakan menantu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Selain itu, Maruli juga pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Danpaspampres) pada 2018 sampai 2020. Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai kedua faktor itu tidak dapat dipisahkan dari penunjukan Maruli.

Kendati demikian, Khairul sendiri mengakui bahwa Maruli telah memenuhi kriteria sebagai Pangkostrad. "Menurut saya faktor kekerabatan, faktor chemistry dengan Panglima Tertinggi (presiden) itu menjadi nilai tambah bagi Pak Maruli," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (29/1).

Khairul sendiri meyakini pengisian jabatan-jabatan strategis, khusunya yang membutuhkan persetujuan presiden, tidak lepas dari dinamika politik. Menurutnya, adalah hal wajar jika presiden menunjuk perwira tinggi di TNI sengan pertimbangan kedekatan.

"Sepanjang dia memenuhi kompetensi, dia punya pengalaman yang cukup untuk mengemban jabatan itu, saya pikir enggak ada masalah," kata Khairul.

Selain Maruli, perwira tinggi TNI lain yang mengalami mutasi adalah Mayjen Agus Subiyanto. Ia ditunjuk sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Nama Agus sendiri sudah tidak asing di lingkungan istana. Sebelumnya, ia pernah menjadi Danpaspampres menggantikan Maruli.

Penunjukan Maruli dan Agus, kata Khairul, semakin menegaskan kepercayaan diri Presiden Joko Widodo dalam menunjuk orang-orang yang berada di lingkarannya di posisi strategis. Di sisi lain, hal itu menunjukkan adanya masalah kepercayaan terhadap perwira lain yang tidak cukup dikenal.

"Kita harus mempertimbagnkan persepsi yang mungkin muncul dari perwira lain, yang kebetulan tidak memiliki kekerabatan, tidak pernah bertugas di lingkungan istana," tandasnya.

Terpisah, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai penunjukan Maruli sebagai Pangkostrad sudah melalui pertimbangan yang matang. Ia menyebut promosi itu telah melalui proses panjang melalui Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti).

"Tentu seseorang yang dipromosikan sudah memenuhi persyaratan, baik dari rekam jejaknya, prestasi maupun pengalaman. Sehingga kita tidak perlu memertanyakan yang aneh-aneh," ujar politikus PDIP tersebut melalui keterangan tertulis. (Tri/OL-09)

BERITA TERKAIT