26 January 2022, 21:52 WIB

GMPG: Jangan Sampai Golkar Gagal di Pemilu 2024 


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

Antara/Nyoman Budhiana
 Antara/Nyoman Budhiana
Bendera Partai Golkar

INISIATOR Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Almanzo Bonara menilai terdapat anomali di tubuh Partai Golkar. Sebab pencalonan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon presiden pada pemilu 2024 masih jauh dari harapan. 

“Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan harapan. Sebab, performa Airlangga Hartarto dipandang belum layak masuk dalam panggung kontestasi pencapresan nanti,” ujar Almanzo dalam keterangan tertulisnya, Rabu, (26/1). 

Padahal, lanjut Almanzo, semua langkah konsolidasi telah dilakukan dengan menggerakkan semua instrumen partai. Namun hingga saat ini, hasil survei menunjukan elektabilitas Airlangga tidak mampu mencapai angka diatas 5%. 

Tentunya, lanjut Almanzo, hal ini memperkuat asumsi publik bahwa Airlangga calon presiden kurang mendapat simpati publik dan tidak mendapatkan dukungan yang kuat dari rakyat. 

“Terbukti, konsolidasi partai yang dilakukan selama ini tidak mampu mendongkrak Airlangga Hartarto secara elektoral selaku calon presiden,” paparnya. 

Baca juga : Penyelenggara Pemilu Butuh Keterwakilan Perempuan

Hal ini tentu menunjukkan bahwa Partai Golkar telah mengalami dekadensi konsep dan ide dalam mempersiapkan strategi kepemimpinan nasional. Sebab, lanjut Almanzo, secara eksistensial Partai Golkar tidak lagi mampu menjadi pendulum dan inersial dalam pentas kepemimpinan bangsa. 

“Karena lemahnya kepemimpinan partai dalam menjalankan kerja-kerja politik yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat. Semua menjadi tersumbat akibat kerja partai yang sering terjebak dalam ruang seremonial semata, wajar bila Golkar semakin sulit meraih simpati publik,” tuturnya. 

Karena itu, Almanzo menyarankan, kondisi ini harus menjadi alarm yang serius bagi semua kader partai akibat anomali dalam pengelolaan partai. 

"Saya kira kita jangan lagi mendaur ulang kesalahan Partai Golkar pada pemilu 2014 lalu. Karena itu elite partai harus objektif dan bijaksana dalam mengambil kebijakan strategis bagi partai,” pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT