19 January 2022, 19:40 WIB

Rendahnya Elektabilitas Airlangga Pantik Gesekan di Internal Golkar


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Baliho Ketua Umum Airlangga Hartarto

ELIT Partai Golkar bersitegang menyusul elektabilitas Ketua Umumnya Airlangga Hartarto tak kunjung naik. Bermula dari kritik Wakil Ketua Umum Partal Golkar Melchias Markus Mekeng yang mempersoalkan elektabilitas Airlangga dan direspon oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Samsul Hidayat.

Akibatnya muncul kubu pembela Airlangga dan pihak yang meminta Airlangga mengurungkan niat maju sebagai calon presiden (Capres). Kondisi itu memantik politikus senior Golkar Paskalis Kossay angkat bicara.

“Sikap pak Mekeng itu kan atas dasar keprihatinan karena elektabilitas ketua umum kami (Airlangga Hartarto) yang menurun dan sluit beranjak. Fakta itu kan berdasarkan lembaga-lembaga survei. Karena ketua umum kami tidak bisa bersaing dengan Pak Prabowo, Ganjar Pranowo, itu memprihatinkan sekali," ujar Paskalis dalam keterangannya, Rabu (19/1).

Paskalis juga menuturkan, Mekeng melontarkan kritik katena tidak menginginkan Partai Golkar hancur di Pemilu 2024. Itu bisa terjadi jika Airlangga Hartarto tidak berbenah diri menaikkan elektabilitasnya untuk menjadi capres.

"Pak Mekeng itu prihatin sebagai kader senior Partai Golkar, karena ini mempertaruhkan nama besar partai. Sehingga kalau calon presiden dari partai besar elektabilitasnya rendah sekali itu kan jelas sangat-sangat menyedihkan," katanya.

Baca juga: Pengamat: Elektabilitas Airlangga Rendah, Golkar Jadi Korban

Karena itu Paskalis meminta agar Airlangga Hartarto bisa menerima kritikan yang disampaikan oleh rekan satu partainya tersebut. Kritik sebagai suatu masukan yang membangun bukan untuk dilawan.

"Karena itu apa yang disampaikan Pak Mekeng itu wajar dan Pak Airlangga harus terima itu sebagai jiwa besar, sebagai bahan masukan agar dia untuk memperbaiki semua kepemimpinannya," ungkapnya.

Paskalis juga meminta agar para elite Partai Golkar untuk melihat realitas atas rendahnya elektabilitas Airlangga Hartarto. Karena kondisi ini bisa merugikan Partai Golkar ke depannya.

"Elite-elite Golkar yang masih diam justru merugikan Pak Airlangga sendiri, kalau mereka tidak melihat tren politik di survei ini. Karena cenderung menurun dan merugikan partai," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Samsul Hidayat meminta kepada Mekeng untuk bisa bersama-sama dengan kader Partai Golkar meningkatkan elektabilitas Airlangga Hartarto.

“Saya mengajak kita solid memperjuangkan elektabilitas Pak Airlangga dua tahun ke depan. Tapi saya ingatkan ke Pak Mekeng, ayo dong yuk minimal di dapilnya Pak Mekeng untuk perjuangkan Pak Airlanggadengan bekerja. Bukan malah mengeluarkan setment di media," tambahnya.

Karena kata dia, jika hanya bisa berteriak-teriak di depan media tanpa ada kontribusi dari Mekeng sendir, maka kapasitas kadernya dipertanyakan sebagai seorang yang besar di Partai Golkar.

“Karena yang dilakukan Mekeng seolah-olah mempelihatkan Golkar tidak bekerja untuk Airlangga,” ujar Samsul.(OL-4)

BERITA TERKAIT