06 January 2022, 13:58 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Prihatin dan Sedih Terkait OTT Wali Kota Rahmat Effendi


Rudi Kurniawansyah | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Adam Bariq
 ANTARA FOTO/Adam Bariq
 Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (kanan) berjalan menuju ruang pemeriksaan usai terjaring OTT KPK di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/1).

WAKIL Wali Kota Bekasi Tri Adhiyanto Tjahyono akhirnya mau angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Ketua DPC PDIP Kota Bekasi itu mengaku merasa prihatin dan sedih atas peristiwa tersebut. "Ada rasa prihatin dan sedih karena ini terjadi di Kota Bekasi," kata Tri, Kamis (6/1).

Tri menambahkan dirinya masih terus memantau proses perkembangan pemeriksaan kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK tersebut. Pasalnya, tri mengaku tidak tahu persoalan OTT yang berlangsung pada Rabu (5/1) siang itu.

"Mudah-mudahan Pak Wali dapat menjalani dengan baik dan diberikan yang terbaik," tukas Tri.

Sejauh ini, KPK masih memeriksa sekitar 12 orang yang terjaring dalam OTT Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Belasan orang itu terdiri dari Rahmat Effendi alias Pepen, sejumlah ASN, dan pihak swasta. Dugaan kasus korupsi itu terkait suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan.

Adapun Wakil Wali Kota Tri Adhianto Tjahyono berpeluang naik menjadi Wali Kota Bekasi menggantikan posisi Rahmat Effendi, apabila telah resmi adanya penetapan status hukum.

Politikus PDIP itu diketahui menjabat Wakil Wali Kota Bekasi September 2018 hingga Januari 2022.

Pria yang lebih akrab disapa Mas Tri merupakan putra ketiga dari Bapak G. Soeprapto dan Ibu Endang Sri Guntur Hudiani.

Saat ini Mas Tri juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi.

Tri Adhianto juga dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan warganya, hal tersebut dapat dibuktikan dengan kemudahan masyarakat melakukan komunikasi dan interakasi langsung di social media yang dia punya, seperti instagram dan facebook miliknya.

Karier Tri Adhianto juga terbilang mulus. Dimulai dari penempatan pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di PT. Kereta Api Indonesia (KAI) selama 1 tahun.

Pada tahun berikutnya, 1994 - 2000, Ia menempati pos baru sebagai PNS di Lampung. Mulai dari staf sampai menjabat sebagai koordinator jembatan timbang se-Provinsi Lampung. Setelah Oktober 2000 hingga pindah dan mengabdi di Pemerintah Kota Bekasi.

Saat di Pemerintah Kota Bekasi, karir Tri ditempatkan di Dinas Perhubungan yaitu, Kepala Seksi Pengendalian Operasional hingga menjadi Kepala Bidang Lalu Lintas. Ia juga menempati posisi basah di Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Setelah itu karier Tri Adhianto semakin naik, Ia di angkat menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) hingga perubahan menjadi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air. Lalu pada 2018 Tri Adhianto menjadi Wakil Walikota Bekasi mendampingi Rahmat Effendi. (RK/OL-09)

BERITA TERKAIT