30 December 2021, 13:15 WIB

Hindari Lobi Politik, Para Calon KPU-Bawaslu Didesak Buat Pakta Integritas


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

ANTARA
 ANTARA
Komisi Pemilihan Umum (KPU).

PARA calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI periode 2022-2027 diminta untuk membuat pakta integritas. Anggota Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu M. Ihsan Maulana mengatakan usulan pakta integritas telah disampaikan pada tim seleksi.

"Pakta integritas ini minimal untuk melihat komitmen calon tidak akan melakukan lobi-lobi politik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar terpilih," ujar Ihsan ketika dihubungi, Kamis (30/12).

Baca juga: Kejagung Selidiki Dugaan Korupsi Sewa Pesawat Garuda Indonesia

Setelah proses wawancara yang selesai pada Kamis (30/12), tim seleksi akan memilih 24 nama-nama calon terdiri dari 14 calon anggota KPU RI dan 10 calon untuk komisioner Bawaslu RI. Tim seleksi akan menyampaikan pada presiden pada 7 Januari 2021. Presiden akan mengirimkan nama-nama itu pada DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan. 

Ihsan menjelaskan, pakta integritas sebaiknya dilakukan pada tahap sebelum para calon menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Koalisi, terang Ihsan, sempat mengingatkan untuk tidak menunjukkan preferensi terhadap calon tertentu. Hal itu demi menjaga independensi tim seleksi. Adapun hal-hal yang menurutnya seharusnya digali terkait ide dan gagasan para calon.

"Beberapa anggota Tim Seleksi menunjukkan preferensi dan bahkan seperti mengintimidatif beberapa calon. Jelas ini tidak baik dan menunjukan keberpihakan tim seleksi kepada calon tertentu," tutur Ihsan. 

Meski demikian, Koalisi mengapresiasi proses wawancara dilakukan secara terbuka sehingga dapat dilihat siapapun untuk menilai kelayakan para calon. Sekaligus mengklarifikasi laporan yang masuk. 

"Ketika calon memberikan informasi yang tidak benar, tim seleksi bisa dengan seketika mendapatkan informasi dan laporan dari masyarakat," ujar dia.  (OL-6)

BERITA TERKAIT