23 December 2021, 13:39 WIB

Pilpres Masih Dua Tahun Lagi, Pengamat Prediksi Capres-Cawapres Ideal


mediaindonsia.com | Politik dan Hukum

Ist/Dok.Pri
 Ist/Dok.Pri
Pengamat politik domestik dan dosen Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia Cecep Hidayat.

PEMILIHAN presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) serentak akan berlangsung dua tahun lagi atau tepatnya pada tahun 2024.

Namun beberapa nama yang dikaitkan dengan kandidat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sudah dilansir oleh sejumlah lembaga survei politik yang ada di Indonesia.

Beberapa nama kerap masuk tiga besar untuk kandidat capres di antaranya  Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Sedangkan yang kerap disebut-sebut sebagai kandidat cawapres adalah Erick Thohir dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Pengamat politik domestik dan dosen Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia Cecep Hidayat menilai masih panjangnya waktu pileg dan pilpres ini, membuat apapun masih bisa terjadi dan mengalami berubah.

 "Ini disebabkan dunia politik memiliki dinamika yang sangat cepat. Meski beberapa nama capres sudah muncul dan diunggulkan oleh jejak pendapat," ujar Cecep dalam keterangan pers, Kamis (23/12).

Namun Cecep mengingatkan, pengajuan capres hanya dilakukan oleh partai politik hasil pileg 2019.

"Tak bisa calon individu mengajukan diri menjadi capres 2024. Sehingga hanya partai atau gabungan partai saja yang bisa mengajukan capres di 2024 mendatang. Beda dengan pilkada yang masih dimungkinkan adanya calon independen," terang Cecep.

Saat ini Ganjar Pranowo selain menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, beliau saat ini merupakan kader dari PDI Perjuangan. Namun dinamika di internal partai membuat Ganjar memiliki tantangan tersendiri untuk diusung oleh PDIP.

"Memang merujuk dari berbagai survei yang dilakukan, elektabilitas Ganjar merupakan yang tertinggi. Bahkan elektabilitas Ganjar di atas Puan Maharani," katanya.

"Namun yang bisa menjadi capres dari PDIP merupakan yang ditugaskan oleh Ketua Umum PDIP. Menuju 2024 masih cukup jauh. apapun bisa terjadi,"ungkap Cecep.

Sedangkan Erick Thohir merupakan profesional muda yang saat ini menjabat sebagai Menteri BUMN.

"Dengan posisi Erick Thohir sebagai Meneg BUMN, orang yang sering muncul dalam penanganan Covid-19 dan orang yang relatif dekat dengan Presiden Jokowi, membuat beliau dijagokan oleh PPP dan PAN untuk dijadikan capres," ucap Cecep.

"Saat ini seluruh partai tengah melihat preferensi masyarakat dan elektabilitas terhadap capres. Partai yang tidak memiliki calon sendiri pasti akan mencari capres lain untuk dapat memenangkan pilpres dan pileg. Kedekatan dengan Presiden Jokowi dan sering muncul di masa pandemi menjadi modal utama bagi Erick untuk maju pilpres," ungkap Cecep.

Cecep memperkirakan pilpres dan pileg tahun 2024 tak akan 'sebangun'. Bisa jadi masyarakat memilih partai tertentu, namun tak akan memilih capres dari partai tersebut. Meski mesin partai bekerja, namun kapabilitas dan kapasitas individu capres juga memegang peran yang sangat penting untuk memenangkan pilpres dan pileg 2024.

"Kapasitas dan kapabilitas ini ditentukan oleh rekam jejak masa lalunya ketika mereka menjabat sebagai pejabat publik, apa yang dilakukan serta apa yang akan dilakukan oleh capres tersebut," tuturnya.

"Ganjar dan Erick rekam jejaknya sudah dapat dilihat oleh masyarakat. Tokoh Nasional ditentukan oleh pengalaman dan prestasi yang sudah ditorehkan selama menjabat sebagai pejabat publik," kata Cecep.

Prabowo Subianto yang saat ini menjadi Menteri Pertahanan dinilai Cecep memiliki tabungan yang sangat bagus untuk maju sebagai capres 2024. Terlebih lagi Prabowo merupakan ketua umum Partai Gerindra.

Dalam survei politik yang dibuat oleh Charta Politika menyebutkan pasangan capres dan cawapres yang ideal untuk saat ini adalah Ganjar- Erick. Pasangan Ganjar-Erick memegang 33,9%. Angka ini jauh di atas pasangan Prabowo-Puan yang hanya 20.3%. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT