20 December 2021, 15:00 WIB

Survei Populi: Pelaksanaan Demokrasi Lebih Baik


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

ANTARA
 ANTARA
 Petugas melewati mural bertema Kota Solo Ramah Demokrasi di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Jawa Tengah, Senin (30/11/2020).

MASYARAKAT menilai perjalanan demokrasi Indonesia cukup membanggakan. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat terbantu dalam melanjutkan roda pembangunan karena tunas pemimpin bangsa semakin subur untuk 2024.

"Ketika ditanya penilaiannya terkait dengan pelaksanaan demokrasi di Indonesia selama 12 bulan terakhir, masyarakat yang menjawab baik sebesar 69,4%. Sementara masyarakat yang menilai pelaksanaan demokrasi berjalan buruk sebesar 28,4%," ujar peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan saat memaparkan hasil survei lembaganya, Senin (20/12).

Rafif mengatakan data tersebut terungkap dari hasil survei nasional mulai 1 hingga 9 Desember 2021 di 34 provinsi di Indonesia. Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang penanganan covid-19, evaluasi pelayanan publik di masa pandemi, serta perkembangan politik nasional yang meliputi elektabilitas calon presiden 2024 dan elektabilitas partai politik.

Rafif menjelaskan survei dilakukan melalui wawancara telepon terhadap sampel pemilik telepon. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari populasi pemilih yakni penduduk berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dari basis data populasi survei Populi Center sejak 2013.

Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling) dari kerangka sampling yang dimiliki Populi Center. Pengacakan responden dilakukan pada tingkat provinsi. Adapun margin of error pada survei ini sebesar ±2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan menggunakan pendanaan internal.

Rafif mengatakan jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, pelaksanaan demokrasi di Indonesia dinilai lebih baik saat ini. Termasuk pula enam partai yang mendapat persentase elektabilitas yang baik yakni PDIP dengan 20,5%, Gerindra dengan 13,1%, Demokrat 9,6%, Golkar dengan 8,3%, PKB dengan 8,2%, dan PKS dengan 7%.

Sementara itu partai politik yang memperoleh persentase suara di bawah 4% antara lain yakni NasDem 3,9%, PPP 2,8%, PAN 1,7%, Perindo 1,2%, PSI 0,7%, Gelora 0,3%, PBB 0,3%, Hanura 0,3%, dan Garuda 0,3%. "Tidak ada responden yang memilih partai Ummat, PKPI, dan Berkarya pada survei kali ini. Sisa angka masuk kategori tidak tahu/tidak jawab," ujarnya.

Terkait dinamika politik menuju pemilu 2024, lanjut Rafif, saat masyarakat ditanya mengenai tingkat dukungan memunculkan lima nama tokoh. Itu meliputi Ganjar Pranowo 58,3%, dan pemilih yang menyatakan tidak akan memilihnya sebesar 29,1 persen. Untuk figur Anies Baswedan sebesar 47,3% pemilih menyatakan akan memilih, dan sebesar 41,4% tidak memilih.

"Untuk figur Prabowo Subianto sebesar 46,6% pemilih menyatakan akan memilih, dan sebesar 44,1% menyatakan tidak akan memilih. Pada figur Erick Thohir sebesar 27,5% pemilih menyatakan akan memilih, sedangkan sebesar 55,8% menyatakan tidak akan memilih," terangnya.

Adapun pada figur Puan Maharani sebesar 17,5% pemilih menyatakan akan memilih, sedangkan sebesar 71% menyatakan tidak memilih. "Hasil ini menunjukkan bahwa dari kelima tokoh yang ditanyakan kepada responden secara terpisah, pada saat ini Ganjar Pranowo mendapatkan paling banyak dukungan," tutur Rafif. (P-2)

BERITA TERKAIT