20 December 2021, 13:05 WIB

Rakyat Puas atas Usaha Jokowi Tanggulangi Korona


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

ANTARA
 ANTARA
Vaksinasi covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kediri, Jawa Timur, Senin (20/12).

PEMERINTAH selama dua tahun terakhir bekerja keras menanggulangi covid-19. Kinerja negara yang dipimpin Presiden Joko Widodo ini berbanding lurus dengan kepuasan rakyat.

"Terdapat beberapa temuan menarik dari survei kali ini. Pertama, keyakinan masyarakat terkait penanganan covid-19 yang dilakukan pemerintah cukup tinggi. Sebesar 86,7% (13,4% sangat yakin, dan 73,3% yakin) mengatakan yakin bahwa pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin dapat menangani covid-19," ujar peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan saat memaparkan hasil survei lembaganya, Senin (20/12).

Rafif mengatakan hanya sebesar 11,9% dengan rincian 10,6% tidak yakin, 1,3% sangat tidak yakin publik, yang belum percaya pemerintah saat ini mampu menanggulangi virus ini. Data tersebut terungkap dari hasil survei nasional mulai 1 hingga 9 Desember 2021 di 34 provinsi di Indonesia.

"Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang penanganan covid-19, evaluasi pelayanan publik di masa pandemi, dan perkembangan politik nasional yang meliputi elektabilitas calon presiden 2024 dan elektabilitas partai politik," papar Rafif.

Rafif menjelaskan survei dilakukan melalui wawancara telepon terhadap sampel pemilik telepon. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari populasi pemilih yakni penduduk berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dari basis data populasi survei Populi Center sejak 2013.

Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling) dari kerangka sampling yang dimiliki Populi Center. Pengacakan responden dilakukan pada tingkat provinsi. Adapun margin of error pada survei ini sebesar ±2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan menggunakan pendanaan internal.

"Berdasarkan data tren survei, peningkatan keyakinan publik terhadap penanganan covid-19 mulai terlihat sejak September 2021 dan kemudian relatif stabil hingga Desember," terangnya.

Rafif juga menjelaskan tingkat keyakinan yang tinggi sebagaimana pada poin pertama, berbanding lurus dengan penilaian publik terkait kinerja pemerintah pusat dalam menangani pandemi. Mayoritas responden yang menilai baik sebesar 90,3% untuk kinerja pemerintah pusat dalam menangani pandemi covid-19, sedangkan 9% masyarakat menilai buruk.

"Ketiga, berkaitan dengan kemunculan varian omicron, mayoritas masyarakat atau sebesar 62,8% mengetahui tentang berita atau informasi kemunculan varian baru covid-19 yakni omicron. Sedangkan yang tidak mengetahui sebesar 37,2%," tutur Rafif.

Hasil ini menunjukkan tingkat kewaspadaan masyarakat Indonesia saat ini cukup tinggi terkait perkembangan covid-19. Keempat, sebanyak 65,4% masyarakat menjawab khawatir terhadap varian baru gelombang ketiga virus covid-19.

Kemudian, responden yang menjawab tidak khawatir sebesar 25,2%. Hanya sebesar 8,3% yang menjawab biasa saja, sedangkan sebesar 1,2% tidak meresponw pertanyaan ini.

Kelima, kata Rafif, meski banyak yang merasa khawatir dengan varian baru covid-19, sebesar 76,2% responden mengaku yakin terhadap antisipasi yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi gelombang ketiga virus covid-19. "Yang menjawab tidak yakin sebesar 21,2%. Adapun responden yang tidak merespons pertanyaan ini sebesar 2,7%," pungkasnya. (P-2)

BERITA TERKAIT