19 December 2021, 16:30 WIB

Capres Perempuan Masih Diabaikan Publik


 Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

Dok MI
 Dok MI
Ilustrasi

MAYORITAS masyarakat masih enggan memilih calon presiden (Capres) dengan latar belakang perempuan. Alasannya karena isu seputar kesetaraan gender.

"Hasil survei KedaiKOPI mengungkapkan 65,8% pemilih tak ingin memilih calon presiden perempuan. Sementara 34, 2% memilih sebaliknya," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo membaca rilis surveinya, Minggu (19/12). 

Baca juga: Buka Peluang Koalisi dengan Partai Islam, Golkar tetap Sodorkan Airlangga

Ia mengatakan survei digelar pada periode 16-24 November 2021 dengan melibatkan 1.200 responden berusia 17-65 tahun. Metode survei menggunakan face to face interview (home visit) dengan error sampling ±2,83% dan tingkat kepercayaan 95%. Komposisi responden jenis kelamin laki-laki 50,6% dan perempuan 49,4%. Mayoritas responden tamatan SMA 54,6%, SLTP 22,6 persen, tamatan SD 13,2%, tamatan S1 4,5%.

Adi menjelaskan data tersebut terungkap dari pertanyaan berbunyi jika ada calon presiden perempuan, apakah anda ingin memilih calon presiden perempuan tersebut?.

"Mereka yang tidak ingin itu karena alasan presiden adalah kodrat laki - laki 34,2%, perempuan dianggap tidak tegas atau tidak berani 20,4%, dan kurang berwibawa 7,2%," ucapnya.

Sementara itu, lanjut dia, publik yang mendukung capres perempuan mendasarkannya pada kesetaraan gender 37,1%, gender apapun tidak masalah 29,1%, dan perempuan dianggap lebih peka 9,2%. (OL-6)

BERITA TERKAIT