19 November 2021, 15:40 WIB

Wapres Ingatkan Dampak Hoaks terhadap Kerukunan Antarumat Beragama


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

MI/ADAM DWI
 MI/ADAM DWI
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

WAKIL Presiden K.H Ma'ruf Amin menuturkan tantangan yang dihadapi forum kerukunan antarumat (FKUB) kian berat seiring masuknya era digital.

Digitalisasi, ujar Wapres, memungkinkan informasi tersebar dengan cepat. Tidak hanya informasi yang positif, melainkan juga hal-hal negatif termasuk isu yang dapat memicu konflik antarumat beragama.

"Antara lain narasi konspiratif dan berita bohong (hoax)," ujar Warpes saat memberikan sambutan pada Pembukaan Pekan Kerukunan Internasional dan Konferensi Nasional FKUB ke-6 di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Jumat (19/11).

Pada kesempatan itu, Wapres juga dijadwalkan untuk meresmikan Kota Manado, Sulawesi Utara sebagai kota toleransi. Hadir Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambe.

Berita bohong (hoaks), ujar Wapres, saat ini dirasakan berkembang lebih cepat jika dibandingkan dengan berita yang didahului konfirmasi atau pengecekan fakta. Di samping itu, imbuh Wapres, ada sisi negatif lain dari teknologi informasi berbasis digital, yakni penggunaan alogaritma.

Baca juga: Demo Buruh mencoba terobos Gerbang Tol Pedati Jaktim

Alogaritma menurutnya menggiring publik pada informasi yang dianggap benar oleh kelompok tertentu saja. Hal itu, menurut Wapres, mengakibatkan terjadinya keterbelahan sosial dalam hal ini keterbelahan antar umat beragama.

"Sementara kelompok lain berpedoman pada kebenaran yang diyakini kelompoknya sendiri," ucap Wapres.

Wapres berharap tokoh agama tidak terprovokasi dengan isu-isu negatif yang berseliweran di media sosial. Melalui forum penguatan FKUB, Wapres menilai konflik dan perselisihan antarumat beragama dapat diminimalkan ataupun diselesaikan melalui dialog serta adanya mediasi. FKUB, terang Wapres, lahir sebagai titik temu yang terdiri dari majelis-majelis agama dalam mengawal kerukuman antarumat beragama.

Ada empat bingkai yang menjadi landasan dalam membangun kerukunan antarumat beragama. Wapres menjabarkan, pertama bingkai politis melalui penguatan Pancasila, UUD 1945, NKRI. Kedua bingkai yuridis, dan ketiga, bingkai sosioligis dengan menyelesaikan masalah melalui kearifan lokal yang ada. Terakhir, bingkai teologis kerukunan. Narasi yang digunakan dalam menyampaikan ajaran menggunakan teologi kerukunan.

Turut mendampingi Wapres dalam rombongan pesawat di antaranya Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Ketua BAZNAS Noor Achmad, Wakil Ketua BAZNAS Mokhamad Mahdum. (OL-4)

BERITA TERKAIT