09 November 2021, 21:37 WIB

34 Napi Terorisme Berikrar Setia ke NKRI


Ant | Politik dan Hukum

Dok Kemenkumham
 Dok Kemenkumham
Ikrar setia napi terorisme

SEBANYAK 34 narapidana tindak pidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI). ''Saya berjanji untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan akan melindungi segenap Tanah Air Indonesia dari segala tindakan-tindakan aksi terorisme yang dapat memecah belah persatuan
Indonesia,'' ucap napi teroris Ahmad Fauzan Al Anshori selaku pemandu ikrar setia NKRI yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Humas Ditjenpas, kemarin.

Dalam ikrar tersebut, para warga binaan pemasyarakatan berikrar bahwa mereka akan melepaskan baiat terhadap amir mana pun, dan/atau melepaskan diri dari amir organisasi jihadis radikal lainnya. ''Saya menyesali kesalahan yang telah saya lakukan dan tidak akan
bergabung dengan amir kelompok teroris lainnya yang terlibat dan menyetujui aksi teror di mana pun di dunia ini,'' tutur Ahmad Fauzan ketika melanjutkan ikrar setia NKRI.

Seluruh narapidana terorisme yang mengucapkan ikrar mengatakan bahwa pernyataan tersebut mereka sampaikan bukan karena sedang berada dalam tekanan ataupun menerima paksaan dari pihak mana pun. Ketika menyatakan ikrar, Ahmad Fauzan didampingi oleh rohaniawan dan.diikuti oleh 33 narapidana terorisme lainnya.

Prosesi pernyataan ikrar lantas dilanjutkan dengan prosesi penghormatan dan penciuman bendera Merah Putih yang dilakukan oleh seluruh narapidana terorisme yang berikrar.

Sementara itu, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap lima tersangka dugaan tindak pidana teroris kelompok Jamaah.Islamiyah (JI) di wilayah Jawa Timur. ''Penangkapan lima tersangka teroris di Jawa Timur yang penangkapannya berlangsung pada hari ini (kemarin) sejak dini hari,'' kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Jakarta, kemarin.

Kelima tersangka tersebut berinisial BA, AS, AN, RH dan MA. Kelimanya ditangkap di sejumlah wilayah seperti Bojonegoro, Gresik, Kediri, dan Sumenep.  Menurut Ramadhan, lima tersangka teroris kelompok JI Jawa Timur terkait dengan pengiriman senjata api, pelatihan kaderisasi JI dan kelompok pelatih atau instruktur militer JI. 

''Jika ditanya adakah keterkaitan antara JI Lampung dengan Jawa Timur? Tentu ada kaitannya, karena dalam organisasi JI antara wilayah a dan wilayah b ada hubungannya, baik penggalangan dana maupun pengiriman personel,'' kata Ramadhan.(Ant/X-10)

BERITA TERKAIT