27 October 2021, 11:10 WIB

Anggota Satgas TNI Ditembak Teroris di Papua, Kondisi Stabil


Hilda Julaika | Politik dan Hukum

dok.mi
 dok.mi
Ilustrasi

ANGGOTA Satgas TNI, Serka Asep menjadi korban dalam kontak senjata dengan teroris yang disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua disebut dalam kondisi sadarkan diri. Kontak senjata tersebut terjadi pada Selasa (26/10) kemarin sekitar pukul 14.20 WIT.

"Satu anggota TNI mengalami luka tembak di tangan kiri tembus perut bagian kiri. Kondisi anggota tersebut dalam keadaan stabil," kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arm Reza Nur Patria saat dikonfirmasi, Rabu (27/10).

Lebih lanjut dijelaskan, insiden tersebut berawal saat anggota TNI tengah melakukan patroli di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Patroli berlangsung sekitar 30 menit hingga akhirnya anggota KKB menyantroni mereka dan terjadi kontak senjata.

Pasca insiden penembakan itu, anggota Satgas kini meningkatkan kesiagaan di sekitar kawasan Intan Jaya. Selain itu, melakukan pengejaran terhadap KKB yang diduga terlibat insiden itu.

Reza belum menjelaskan secara rinci mengenai kronologi kejadian ataupun kelompok KKB mana yang terlibat dalam kontak senjata itu.

"Semoga aparat TNI Polri yang sedang melaksanakan penugasan di Bumi Cenderawasih selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dan diberikan keselamatan," tandas dia.

Untuk diketahui, KKB merupakan sebutan aparat untuk separatis Papua, menyatakan Papua sedang dalam situasi perang. Mereka menginduk pada organisasi Tentara Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dan saat ini telah ditetapkan sebagai kelompok teroris.

Total ada 19 kelompok yang diperangi pemerintah. Pemerintah menggunakan Undang-undang nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagai landasan hukum.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudsh mengingatkan akan ancaman KKB ini jelang akhir tahun kepada jajaran Polri dan TNI. Sehingga bisa lebih waspada terhadap ancaman tersebut.

"Ke depan, mendekati akhir tahun. Isu lokal (di Papua) meningkat eskalasinya. Peningkatan ini akan menimbulkan potensi gangguan keamanan. Kegiatan KKB, KKSB akan meningkat intensitasnya," kata Listyo di Timika, Jumat (22/10) lalu. (OL-13)

Baca Juga: Hadiri KTT ASEAN, Joe Biden Kecam Kekerasan di Myanmar

BERITA TERKAIT