25 October 2021, 18:05 WIB

Polri Usut Kasus Pencurian Data KPAI


Hilda Julaika | Politik dan Hukum

Dok. MI
 Dok. MI
Logo KPAI yang terpasang di dalam ruangan kantor.

POLRI menindaklanjuti laporan yang diadukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait dugaan pencurian database milik lembaga tersebut beberapa waktu lalu.

Dalam hal ini, laporan itu dibuat oleh pegawai KPAI berinisial HH. Laporan tersebut tengah diselidiki lebih lanjut oleh penyidik Bareskrim Polri.

"Prinsipnya, semua laporan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (25/10).

Baca juga: Polisi Tangkap Pembobol ATM Modus Skimming Asal Rusia di Jakarta

Adapun pelapor menduga terdapat akses sistem secara ilegal, hingga pencurian data yang melanggar ketentuan pidana. Laporan itu didasari dugaan pelanggaran Pasal 46 ayat 1,2 dan 3 jo Pasal 30 ayat 1, 2, 3 dan/atau Pasal 28 ayat 1, 2, 3 jo Pasal 32 ayat 1,2, dan 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Laporan dari saudara HH melaporkan tentang tindak mengakses sistem secara tidak sah atau ilegal akses dan/atau pencurian," imbuh Ahmad.

Baca juga: Kominfo Temukan 1.957 Hoaks Terkait Covid-19

Menurutnya, penyidik masih melakukan verifikasi dan pendalaman terhadap laporan tersebut. Dia juga belum dapat menjelaskan lebih lanjut terkait rencana penyelidikan ke depan. "Akan kami update selanjutnya bagaimana," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar kabar jika basis data milik KPAI diduga bocor. Termasuk, telah menyebar luas di situs jual beli data ilegal yang biasa merupakan hasil peretasan dan kebocoran, yakni RaidForums.

Database tersebut diunggah pada 13 Oktober 2021, dengan nama Leaked Database KPAI (kpai.go.id) oleh akun C77. Kabar kebocoran data itu pun lantas viral di media sosial, termasuk Twitter. Selain data KPAI, ternyata banyak data dari situs pemerintah yang juga ikut bocor.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT