22 October 2021, 23:20 WIB

Moeldoko Dengarkan Mahasiswa, Legislator : Jaga Marwah Demokrasi 


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

Antara/Rivan Awal Lingga
 Antara/Rivan Awal Lingga
Kepala Staf Kerpesidenan Moeldoko

ANGGOTA DPR RI asal Fraksi PKB Luluk Nur Hamidah menyambut baik sikap Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang menerima massa aksi dari Aliansi BEM SI di depan Istana Merdeka. Asalkan tujuannya untuk menyerap aspirasi dalam rangka menjaga mutu demokrasi. ; 

"Sepanjang itu dimaksudkan sebagai upaya mendengar aspirasi tentu itu bagus. Lalu dibarengi dengan langkah kongkrit pada level kebijakan dan bukan bagian dari penaklukan," ujar Anggota Komisi IV DPR itu kepada Media Indonesia, Jumat (22/10).  

Menurut dia, penyikapan pemerintah terhadap masyarakat atau mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan mengedepankan persuasi perlu dihargai. Sebab upaya yang dilakukan publik itu bagian dari nafas demokrasi.  

"Apalagi di tengah melesunya fungsi check and balances yang seharusnya dapat dilakukan oleh institusi demokrasi yang lain," terangnya.  

Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) itu juga mengatakan pemerintah harus tetap mengesampingkan pendekatan aparat dalam menghadapi demonstri. 

"Karena unjuk rasa itu bukan tindakan kriminal. Kondisi yamg memungkinkan demokrasi kita kuat, sehat dan berkualitas perlu terus dijaga," pungkasnya.  

Baca juga : Jokowi-Ma'ruf Diminta Perbaiki Demokrasi RI yang Turun

Pada Kamis (21/10), Moeldoko bersuara lantang menghadapi massa demo dari Aliansi BEM SI di depan Istana Merdeka. Ia juga menyambut baik aksi tersebut.  

"Saya mengapresiasi sikap kritis dari rekan-rekan mahasiswa. Jadi, mahasiswa memang harus punya sikap kritis karena kalian bagian dari demokrasi," ucap Moeldoko.  

Ia mengaku akan mendalami 12 poin tuntutan dari Aliansi BEM SI untuk kemudian diserahkan kepada Presiden Jokowi. 

"Untuk 12 poin ini, pemerintah akan segera memberikan feedback secara utuh, kapan pun diinginkan. Namun, ini jelas memerlukan waktu," jelasnya. 

Aliansi BEM SI menggelar demo untuk memberikan 12 tuntutan kepada kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin pada Kamis (21/10). Aksi tersebut terpantau tertib hingga akhirnya KSP Moeldoko turun tangan menemui para mahasiswa di jalan. (OL-7)

BERITA TERKAIT