05 October 2021, 09:24 WIB

Presiden Apresiasi Kesigapan TNI


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

Youtube Sekretariat Presiden
 Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat memimpin Upacara Hari TNI ke-76 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/10).

PRESIDEN Joko Widodo memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang selalu melindungi bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman dan gangguan, termasuk covid-19.

Saat ini, penanganan pandemi sudah semakin membaik. Penambahan kasus harian, pada Senin (4/10), sudah berada di bawah angka 1.000. Tingkat keterisian tempat tidur juga telah di bawah 10%.

Menurut Jokowi, keberhasilan penanganan pandemi itu tidak terlepas dari peran TNI.

Baca juga: Wacana TNI/Polri Penjabat Kepala Daerah Dinilai Kontraproduktif

"TNI selalu menunjukkan profesionalisme di dalam setiap penugasan. Kemampuan perorangan, kemampuan satuan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk alutsista selalu dikedepankan dalam menunaikan setiap tugas yang diberikan," ujar Jokowi saat memimpin Upacara Hari TNI ke-76 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/10).

Kesigapan tersebut, lanjut kepala negara, juga harus diterapkan dalam fungsi-fungsi pertahanan lainnya.

Di zaman modern, tentu spektrum ancaman yang dihadapi bangsa dan negara akan semakin luas, mulai dari pelanggaran kedaulatan, pencurian kekayaan alam di laut, aksi radikal, tindakan teror, ancaman siber dan biologi hingga bencana alam.

Menghadapi semua tantangan itu, Jokowi menginstruksikan kepada Menteri Pertahanan dan Panglima TNI untuk terus melakukan transformasi dan penguatan fondasi bagi pembentukan kapabilitas pertahanan yang modern dan relevan dengan perkembangan militer terkini.

"Sehingga TNI dapat bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan yang mampu berperan di lingkungan strategis, baik regional maupun global," ucap mantan wali kota Solo itu.

Modernisasi juga harus disertai dengan terobosan pengelolan ekonomi dan investasi pertahanan.

Jokowi menekankan seluruh pihak terkait harus mulai mengubah pola pikir dari semula kebijakan belanja pertahanan menjadi kebijakan investasi pertahanan.

TNI harus bergerak aktif dala konsorsium industri pertahanan global serta memegang teguh semangat kemandirian dan penguatan industri pertahanan di dalam negeri.

"Ini adalah cara berpikir jangka panjang, yang berkonsep sistematis dan dijalankan secara konsisten berkelanjutan demi mewujudkan kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih mumpuni," tandasnya. (OL-1)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT