04 October 2021, 16:15 WIB

Robin Mengaku tak Pernah Kenalkan Penyidik KPK Lain ke Azis


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

ANTARA
 ANTARA
Terdakwa kasus dugaan suap terkait pengurusan atau penanganan sejumlah kasus di KPK Stepanus Robin Pattuju.

MANTAN penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju mengaku tidak pernah mengenalkan penyidik lain ke eks Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Hal itu disampaikannya saat menanggapi kesaksian Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai Yusmada yang menyebut bahwa ada delapan orang di KPK yang bisa mengamankan perkara, termasuk dirinya.

"Kami sampaikan, bahwa saya tidak pernah mengenalkan penyidik lain kepada saudara Azis," aku Robin di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/10).

Selain itu, ia juga membantah keterangan Yusmada yang menyebut bahwa Syahrial mengenalnya karena dikenalkan oleh Azis. Menurut Robin, ia mengenal Syahrial karena dikenalkan ajudan Azis bernama Dedi Mulyanto.

Sebelumnya, informasi mengenai delapan orang di KPK yang 'dimiliki' oleh Azis terungkap dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Yusmada pada penyidikan. BAP itu kembali dibacakan oleh jaksa KPK di ruang sidang untuk memastikan kebenarannya.

"Saudara (Yusmada) menerangkan bahwa M Syahrial mengatakan dirinya bisa kenal dengan Robin karena dibantu dengan Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI, karena dipertemukan di rumah Azis di Jakarta," jelas jaksa KPK.

"M Syahrial juga mengatakan bahwa Azis punya delapan orang di KPK yang bisa digerakkan oleh Azis untuk kepentingan OTT atau amankan perkara, salah satunya Robin," sambungnya. 

Baca juga: 8 'Antek' Azis di KPK Diduga Dipakai untuk OTT dan Amankan Perkara

KPK telah menetapkan Yusmada sebagai tersangka dalam perkara jual beli jabatan di Tanjungbalai bersama Syahrial. Sebelumnya, ia diminta Syahrial Rp200 juta sebagai rasa terima kasih karena terpilih sebagai sekretaris darerah.

Saat kasus tersebut masih berada di tingkat penyelidikan, Yusmada menyebut bahwa Syahrial sempat mengatakan bahwa perkara tersebut akan ditingkatkan ke penyidikan oleh KPK. Namun, Syahrial mengatakan akan ada orang yang membantu agar tidak ditingkatkan, yakni Stepanus Robin Pattuju yang saat itu masih bekerja sebagai penyidik KPK.

Dalam kasus ini, Robin dan pengacara bernama Maskur Husain duduk sebagai terdakwa. Jaksa KPK mendakwa mereka telah menerima uang dengan jumlah keseluruhan Rp11.025.077.000 dan US$36 ribu atas penanganan lima perkara.

Selain kasus jual beli jabatan di Tanjungbalai, Robin dan Maskur menangani perkara Lampung Tengah yang melibatkan Azis Syamsuddin, penyidikan perkara bantuan sosial, Direktur PT Tenjo Usman Effendi, dan mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. (P-2)

BERITA TERKAIT