29 September 2021, 09:06 WIB

Penyidik Jampidsus Respons Dugaan Korupsi di Krakatau Steel


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

Ist/Krakatau Steel
 Ist/Krakatau Steel
BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang berada di Cilegon, Banten. 

PENYIDIK Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung merespon pemberitaan soal dugaan korupsi di PT Krakatau Steel (persero).

Direktur Penyidikan Jampidsus Supardi menyebut bahwa pihaknya akan menganalisa isu rasuah tersebut yang pertama kali disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

"Kita analisa dulu lah, kita telaah. Artinya kita respon berita itu, responsnya kita telaah, menganalisa, coba cari info-info tambahan dulu," kata Supardi di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Selasa (28/9) malam.

Ia mengakui belum ada arahan khusus dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Ali Mukartono mengenai kasus tersebut.

Supardi mengatakan bahwa respons yang dilakukan pihaknya adalah bentuk dari kewenangannya sebagai aparat penegak hukum. "Siapa pun aparat penegak hukum yang berwenang kan bisa merespons itu," ujarnya.

Dugaan korupsi di BUMN yang dianalisa oleh penyidik Gedung Bundar adalah proyek tanur tiup atau blast furnace milik Krakatau Steel dengan investasi US$850 juta. Sebelumnya, Erick mengatakan bahwa proyek tersebut mangkrak sampai hari ini.

Ia menyebut bahwa Krakatau Steel memiliki utang sebesar US$2 miliar atau setara dengan Rp31 triliun.

"Salah satunya ada investasi US$850 juta yang proyek itu mangkrak hari ini. Hal itu tidak bagus, pasti ada indikasi korupsi," kata Erick dalam diskusi virtual, kemarin. (Tri/OL-09)

BERITA TERKAIT