20 September 2021, 09:52 WIB

Demokrat Ingatkan: Pemerintah Agar Berhati-hati Menyelesaikan Masalah Papua


Yohanes Manasye | Politik dan Hukum

MI/Yohanes Manasye
 MI/Yohanes Manasye
Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Benny K Harman saat meninjau vaksinasi covid-19 di SMA Katolik St Maria Iteng, Kabupaten Manggarai, NTT.

TRAGEDI kemanusiaan yang menyebabkan tewasnya tenaga kesehatan (nakes) Gabriela Meilan dan melukai sejumlah nakes lainnya di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Partai Demokrat meminta pemerintah segera turun tangan dengan melakukan langkah-langkah yang diperlukan. 

"Bahkan kalau bisa diturunkan tim penyelidik independen untuk mengetahui siapa pelakunya dan apa motifnya," ujar Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Benny K Harman, di sela-sela kegiatannya memantau pelaksanaan vaksinasi covid-19 di SMA Katolik Santa Maria Iteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (19/9). 

Dengan melibatkan tim penyidik independen, pemerintah bisa mengetahui masalah sesungguhnya yang menyebabkan muncul tragedi tersebut. 

Baca juga: Pengamat Minta Aparat Waspadai Aksi Simpatisan Ali Kalora

"Pasti ada masalah kalau ada reaksi. Masalahnya itu yang mesti dicari tahu. Apa sebetulnya," ujar politisi yang biasa disapa BKH itu. 

Legislator asal NTT itu juga mengingatkan agar pemerintah lebih hati-hati dalam memilih pendekatan untuk Papua. 

"Tapi Papua, Pemerintah Pusat mesti hati-hati dalam menyelesaikan masalah Papua," tegas Benny. 

Ia menyarankan agar pemerintah mengedepankan pendekatan dialogis yang berbasiskan kemanusiaan. Pendekatan keamanan yang berlebihan, kata dia, tidak cocok untuk menyelesaikan masalah Papua. 

"Hindari pendekatan keamanan yang overdosis. Security aproach yang berlebihan mungkin tidak cocok untuk menyelesaikan masalah Papua. Pendekatan yang berbasiskan pada kemanusiaan, ya pendekatan dialogis, pendekatan yang mengutamakan kepentingan rakyat Papua jauh lebih meyakinkan kita semua untuk penyelesaian masalah Papua dibandingkan pendekatan-pendekatan yang sifatnya security aproach," tegas BKH. (OL-1)

BERITA TERKAIT