10 September 2021, 17:49 WIB

Moeldoko Laporkan Peneliti ICW ke Bareskrim Polri


Hilda Julaika | Politik dan Hukum

MI/Andri Widiyanto
 MI/Andri Widiyanto
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko saat memberikan keterangan pers.

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko melaporkan dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ke Bareskrim Polri terkait dugaan pencemaran nama baik. 

Adapun kedua peneliti ICW yang dilaporkan, yakni Egi Primayogi dan Miftachul Choir. Moeldoko datang langsung ke Bareskrim Polri, dengan ditemani kuasa hukumnya, Otto Hasibuan, pada Jumat (10/9) ini. 

Laporan itu telah terdaftar dengan nomor LP/B/0541/IX/2021/SPKT/BARESKRIM POLRI. "Hari ini, saya Moeldoko selaku warga negara yang taat hukum, laporkan saudara Egi dan saudara Miftah. Karena telah melakukan pencemaran atas diri saya," ujar Moeldoko, Jumat (10/9).

Baca juga: ICW Tegaskan Kuasa Hukum Moledoko Tidak Paham Demokrasi

Moeldoko mengaku sudah membuka opsi agar tidak membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Namun, pihaknya tidak melihat adanya itikad baik dari kedua terlapor untuk mencabut pernyataan mereka.

Diketahui, pernyataan tersebut mengenai tuduhan keterlibatan Moeldoko dalam bisnis peredaran Ivermectin. Serta, ekspor beras antara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan PT Noorpay Nusantara Perkasa.

Baca juga: Merasa Diabaikan, Moeldoko Siap Polisikan ICW

Moeldoko pun melaporkan dua peneliti ICW dengan Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang UU ITE. Berikut, Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik.

"Sampai saat ini, iktikad baik saya tidak dilakukan. Dengan terpaksa, saya selaku warga negara yang punya hak yang sama dengan yang lain, saya lapor," pungkas Moeldoko.

Sebelumnya, Moeldoko sudah tiga kali melayangkan somasi kepada ICW. Somasi tersbeut berisi agar ICW dapat membuktikan pernyataannya, bahwa Moelodoko memiliki hubungan dengan produsen Ivermectin, yakni PT Harsen Laboratories. Apabila tidak dapat dibuktikan, Moeldoko meminta ICW untuk menarik pernyataannya.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT