09 September 2021, 16:13 WIB

Terkait Kebakaran Lapas Tangerang, Polda Metro Periksa 22 Saksi


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Bagus Baik/
 ANTARA FOTO/Bagus Baik/
Foto udara suasana Lapas Kelas I Tangerang setelah kebakaran di Kota Tangerang, Banten, Rabu (8/90.

POLDA Metro Jaya menyatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadal 22 saksi terkait  kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Banten, yang menyebabkan 44 napi meninggal dunia.

"Sebanyak 22 saksi sudah dilakukan pemeriksaan," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (9/9).

Yusri menuturkan Puslabfor Polri akan terus melakukan pendalaman terkait dengan lapas yang dilalap api.

Ia juga menegaskan pihaknya  masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menelusuri sumber api yang menyulut kebakaran.

"Karena banyak hal diluar yang tidak benar, sudah melakukan prediksi sendiri. Sampai saat ini puslabfor inafis masih bekerja, masih terus olah TKP, untuk alat alat bukti yang ada itu bisa mengetahui sumber apinya," ujarnya.

Bahkan, Yusri penyidik sudah mulai menemukan titik terang. Namun, temuannya harus perlu dilakukan kembali pengujian laboratorium forensik.

"Sudah ada titik terangnya tapi ini masih perlu melakukan pengujian secara laboratoris dari teman-teman Puslabfor. Jadi jangan ada yang berandai-andai kemudian juga dari reserse juga sama krimum Polda Metro dibackup Mabes, sudah melakukan penyelidikan," pungkasnya.

Sebelumnya, amuk si jago merah melanda Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas satu Tangerang. Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.

"Terjadi pada pukul 1.50 di Blok C Lapas Kelas I Tangerang," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum HAM Rika Aprianti di Jakarta, Rabu (8/9).

Sebanyak 44 orang menjadi korban tewas akibat kebakaran tersebut. Sementara, 81 orang mengalami luka-luka, diantaranya 73 luka ringan dan delapan luka berat. (Ykb/OL-09)

BERITA TERKAIT