22 August 2021, 22:33 WIB

Kemenkominfo Minta Youtube Tarik Video Muhammad Kece


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

YouTube
 YouTube
Muhammad Kece

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajukan penarikan konten Muhammad Kece kepada Youtube. Langkah itu diambil karena pernyataan Kece dianggap meresahkan publik dan menghina agama

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkoinfo Usman Kansong, Minggu (22/8).

"Dirjen Aplikasi Informatika sudah kordinasi dengan kepolisian. Malam ini Kominfo sudah dapat mengajukan ke youtube untuk men-takedown konten yg dibuat Muhammad Kece. Mudahan-mudahan kontent tersebut besok sudah di-take down," ujar Usman via pesan singkat.

Sebelumnya, YouTuber Muhammad Kece dikecam karena ucapannya dalam sejumlah video yang disiarkan di YouTube dinilai menistakan agama Islam. Pengurus Lembaga Dakwah PBNU yang juga Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Abdul Muiz Ali meminta polisi segera menangkap MK. Ia mengatakan narasi yang dikeluarkan oleh MK berbahaya bagi umat beragama.

"Narasi-narasi yang dilontarkan MK berpotensi tinggi memecah belah kerukunan umat beragama dan merusak integrasi bangsa," ungkapnya.Ada sejumlah akun di YouTube yang menayangkan video MK bicara mengenai Islam, di antaranya akun MuhammadKece dan MurtadinIndonesia. Kece menyebut ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW tidak benar sehingga harus ditinggalkan.

"Karena memang Muhammad Bin Abdullah ini pengikut jin," ujarnya dalam tayangan di akun YouTube Muhammad Kece berjudul 'Kitab Kuning Membingungkan' yang diunggah pada 19 Agustus 2021.

Adapun Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, Bareskrim Polri tengah menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut.

Sementar, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas menyebut penyataan YouTuber Muhammad Kece melanggar norma-norma toleransi dan keyakinan agama Islam. Yaqut meminta pihak kepolisian segera menindak Muhammad Kece.

"Ini sudah berlebihan dan melanggar norma-norma toleransi. Pihak Kepolisian baiknya melakukan tindakan. Bukan hanya toleransi (yang dilanggar), tapi juga keyakinan agama (Islam)," tegasnya. (OL-8)



 

BERITA TERKAIT