29 July 2021, 13:10 WIB

SBY Cuitkan Doa untuk Negeri, Pakar: Kental Pencitraan Semata


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono 

PRESIDEN ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun Twitter @SBYudhoyono mendoakan keselamatan negeri dan agar pemerintah diberi bimbingan dalam mengatasi pandemi covid-19.

Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing kepada Media Indonesia di Jakarta, Kamis (29/7), menganggap cuitan doa SBY tersebut bernuansa pencitraan.

"Siapa saja memang boleh menyampaikan doa dan harapannya tetapi alangkah baik itu disampaikan di ruang privat sebagai bentuk hubungan dia dengan Tuhan. Ketika disampaikan kepada publik, saya bisa pastikan itu doa yang punya nuansa kental pencitraan semata," ungkap Emrus.

Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing. (Dok MI)

Baca juga: Beda Gaya SBY, AHY, dan Ibas Komentari Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah

Emrus menilai, SBY sebagai mantan Presiden memang lebih terlihat sebagai sosok politisi daripada negarawan lantaran masih bermain-main dengan politik pencitraan.

"Saat situasi krisis ini, Pak SBY harusnya paham. Yang dibutuhkan itu adalah aksi nyata, ya belikan obat buat masyarakat, bangun rumah sakit darurat, perintahkan kader Partai Demokrat bantu masyarakat secara nyata, jangan malah sibuk menyampaikan pernyataan yang nuansanya sangat politis, bahkan ketika itu disampaikan sebagaii sebuah doa," lanjutnya.

Emrus menilai, kritik SBY dan juga kader-kader Partai Demokrat terhadap pemerintah tidak tepat bila mengambil momentum pandemi covid-19 untuk menaikan performa di tengah masyarakat.

Baca juga: AHY dan Ibas Dinilai Cari Panggung Politik Dongkrak Suara Demokrat

"Politisi itu memang perlu menimbulkan citra tetapi apa yang dilakukan oleh Pak SBY itu bukan sesuatu yang menimbulkan citra, tetapi pencitraan semata yang justru bisa berdampak tidak baik. Kalau Partai Demokrat dan SBY turun langsung buat aksi nyata, siapkan ambulans, kunjungi pasien yang isolasi mandiri, atau bangun rumah sakit darurat, itu baru menimbulkan citra yang akan berdampak pada kesukaan masyarakat," ungkapnya.

Emrus berharap, agar pandemi Covid-19 tidak menjadi ajang pencitraan partai politik dan para politisi. "Saya usul jika memang punya niat bantu, ya lakukan saja aksi nyata. Apalagi Partai Demokrat punya kader yang jadi pemimpin, perintahkan mereka agar bikin daerahnya jadi baik, yang tadinya zona merah harus jadi hijau. Jika ternyata itu saja tidak bisa dilakukan, maka sama saja, partai demokrat sebenarnya tidak melakukan apa-apa," pungkas Emrus.

Diketahui, melalui akun Twitter @SBYudhoyono, SBY mencuitkan sebuah doa. "Tuhan, seraya gigih berikhtiar, kami tetap memohon kemurahan hati-Mu. Selamatkan negeri kami dan kami semua. Bimbinglah pemerintah kami dan juga kami masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi pandemi besar ini. Amin. *SBY*"

Baca juga: Demokrat Klaim Pernyataan Ibas Soal Negara Gagal Hanya Peringatan

Respons netizen pun beragam. "Berdoa bukan di Twitter pak Nanti yang jawab Jack Dorsey," cuit akun @Miduk17.

"Doa disertai usaha itu pasti menuai hasil yang baik karena kita harus saling bekerjasama untuk mengembalikan keadaan seperti dulu. Karena keberhasilan bukan cuma usaha dari pemerintahan tapi seluruh rakyat. Dukung pemerintah yang sedang berusaha," cuit akun @CallMyN36153111. (X-15)

 

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT