25 July 2021, 05:20 WIB

Mahasiswa Imbau Semua Anak Bangsa Bersatu Perangi Pandemi


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

MI/Heri Susetyo
 MI/Heri Susetyo
Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan vaksinasi terhadap 2 ribu santri Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat Desa Lebo.

PANDEMI covid-19 yang masih melanda Tanah Air sejatinya bukan masalah Indonesia saja, melainkan seluruh dunia. Karena itu semua anak bangsa harus bersatu dalam memerangi wabah tersebut, bukan saling tuding.

Hal tersebut diungkapkan Ketua BEM Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, Faisal Abdul Rachman, dalam siaran persnya. Menurut dia dengan melihat kondisi di Indonesia saat ini, ketika jumlah pasien positif covid-19 masih tinggi dan kehidupan masyarakat yang semakin sulit, bantuan sekecil apapun dari pihak manapun untuk masyarakat harus didukung.

Baca juga: Peduli Pandemi, Bos J99 Corp Bagikan Sembako untuk Warga ...

Karena itu juga pihaknya tidak setuju dengan tuduhan Indonesia  Corruption Watch (ICW) bahwa Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko berburu rente melalui promosi Ivermectin. “Jika mereka mencermati pemberitaan, sukar untuk tidak ikut merasakan kesulitan, kesedihan, dan suasana muram yang tengah mengungkung Indonesia, seharusnya mereka mendukung semua upaya untuk membantu masyarakat,” tegas Faisal.

Menurut Faisal yang juga aktif sebagai aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), semestinya ICW mendukung upaya dilakukan Moeldoko dan pihak-pihak lain yang ingin membantu memberantas pandemi.

“Bagaimana tidak sedih, cemas dan bahkan ikut kuatir, bila penambahan kasus harian saja masih puluhan ribu, angka kematian harian rata-rata di atas seribu orang,” kata Faisal.

Ia juga mengingatkan banyak testimoni yang beredar baik di media maupun medsos tentang manfaat Ivermectin dalam mempercepat kesembuhan karena covid-19. “Inilah mengapa Kementerian BUMN telah melipatgandakan produksi dan distribusi Ivermectin melalui Indofarma dan Kimia Farma, dan ini tunjukkan tidak ada monopoli dalam produksi Ivermectin. Pemerintah tidak menganak emaskan produsen swasta yang dituduhkan ICW dekat dengan Moeldoko itu, tapi menggunakan BUMN agar Ivermectin didapat dengan murah dan mudah didapat,“ ujarnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Moeldoko yang juga ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) rutin mengirimkan ribuan tablet ke berbagai daerah yang tengah mengalami lonjakan kasus covid-19, seperti Kudus dan Semarang. Moeldoko juga mengatakan obat yang diyakini manjur untuk penderita COVID itu sebagai Ivermectin, nama generiknya, bukan merek dagang tertentu. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT