16 June 2021, 11:46 WIB

Satgas Nemangkawi Temukan Catatan Kiriman Uang dari Pemda untuk KKB


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

dok.medcom
 dok.medcom
Ilustrasi

SATGAS Nemangkawi mengklaim telah menemukan buku catatan bantuan uang tunai dari Pemerintah Daerah (Pemda) Puncak sebesar Rp600 juta untuk pimpinan teroris dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Lekagak Telenggen.

Buku catatan itu didapatkan tim satgas Nemangkawi saat menangkap pemasok senjata ke kelompok tersebut.

Adapun penangkapan itu dilakukan kepada Ratius Murib alias Neson Murib saat sedang transit di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya saat hendak pergi ke Timika pada Senin (14/6) kemarin.

"Sedang kami dalami terkait hal tersebut, apakah memang ada pemberian uang ke Lekagak Telenggen," ujar Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Iqbal Alqudussy, Selasa (15/6).

Dari informasi yang didapat, pemberian dana itu dilakukan pada 6 Februari silam. Di catatan itu tertera bahwa bantuan diberikan oleh Pemda Puncak kepada Lakagak Telenggen.

Tak hanya itu, KKB juga diduga menerima bantuan-bantuan lain dari simpatisan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Baca Juga: Pemerintah Klaim Keberhasilan Menumpas Teroris di Papua Meningkat

Tim Satgas Nemangkawi juga menemukan buku catatan lain yang berisi penolakan otonomi khusus dan aksi penembakan di wilayah Kabupaten Puncak.

Iqbal menyebut penyidik juga menemukan sejumlah buku tabungan dan kartu ATM di beberapa bank. Bahkan, polisi mendapatkan bukti surat kwitansi pembelian dengan stampel TPNPB.

"Tim masih akan terus menggali informasi sumber dana serta aktivitas pengiriman uang untuk membeli senjata dan amunisi dari terduga Neson Murib," papar Iqbal.

Di sisi lain, Neson saat ditangkap tengah membawa uang tunai sebesar Rp370 juta dengan pecahan Rp100 ribu. Neson diduga telah melakukan sejumlah transaksi senjata api dan meraup keuntungan hingga miliaran rupiah. (OL-13)

Baca Juga: Satgas Nemangkawi Tangkap Terduga Penjual Senpi ke KKB

BERITA TERKAIT