12 June 2021, 15:15 WIB

BNPT Bangun Komunikasi Guna Wujudkan Kedamaian di Papua


Andhika prasetyo | Politik dan Hukum

Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr
 Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr
 Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus berupaya mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat di Papua.

Salah satu cara yang dilakukan ialah dengan membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat setempat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, hingga jajaran Pemerintah.

"Tujuan dari dialog ini pada akhirnya yaitu untuk mewujudkan Papua yang damai, Papua yang sejahtera. Untuk bisa ke arah sana, Papua yang aman terlebih dahulu yang harus kita wujudkan ke depan," ujar Kepala BNPT Boy Rafli melalui keterangan resmi, Sabtu (12/6).

Mantan Kapolda Papua itu menyebut inisiatif BNPT dalam menggelar dialog nasional merupakan bagian dari upaya mencari solusi, terutama terkait persoalan aksi-aksi kekerasan yang terjadi di Bumi Cendrawasih dalam beberapa waktu terakhir.

Tindakan-tindakan kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata di sejumlah wilayah di mengakibatkan banyak jatuh korban jiwa baik dari kalangan masyarakat sipil dan aparat keamanan.

Baca juga: Satgas Nemangkawi Tangkap Anggota KKB yang Sempat Buron

Guna meredam berbagai tindak kekerasan di itu, menurut Boy, diperlukan pendekatan-pendekatan yang mengarah pada komunikasi untuk membangun kesejahteraan.

"Masalahnya adalah bagaimana kita melakukan komunikasi yang konstruktif antara unsur-unsur di pemerintahan dengan masyarakat, sehingga kita bisa mendengar secara langsung apa yang diinginkan oleh masyarakat. Dari situ kita tahu pendekatan apa yang tepat yang dapat kita lakukan," ucapnya.

Ia meminta para tokoh Papua terus berperan aktif memperjuangkan dan mendorong terciptanya iklim yang damai dan menjauhkan kekerasan di Tanah Papua.

"Kita sudah menjadi negara demokrasi, tentunya tidak boleh ada kekerasan. Kalau masih ada kekerasan di dalam negara demokrasi, pasti indeks demokrasinya bermasalah. Kekerasan apa pun yang mendatangkan ketidakbaikan apalagi mendatangkan kematian bagi pihak lain sangat tidak dibenarkan," tandas Boy.(OL-4)

BERITA TERKAIT