06 June 2021, 20:42 WIB

Penyederhanaan Surat Suara Dinilai Pangkas Biaya Pemilu


Fachri Audia Hafiez | Politik dan Hukum

Ilustrasi
 Ilustrasi
Pemilu

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) didorong menghemat biaya penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) 2024. Salah satu opsi memungkinkan adalah penyederhanaan kertas suara.

"Ada usulan supaya jumlah surat suara tidak dibuat seperti pemilu sebelumnya, tetapi lebih disederhanakan," kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Agustyati, Minggu (6/6).

Khoirunnisa mengatakan, penyelenggara pemilu bisa menghindari berlembar-lembar kertas suara seperti pemilu 2019. Pada tahun pesta demokrasi itu sedikitnya terdapat lima jenis kertas suara.

Warna kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD RI, biru untuk DPRD provinsi, hijau untuk DPRD kabupaten atau kota. Kemudian warna abu-abu untuk presiden dan wakil presiden.

Baca juga : MK Diminta Segera Putuskan Hasil Pilkada Kabupaten Yalimo

"(Penyederhanaan) ini tentu juga bisa menghemat biaya penyelenggaraan pemilu," ujar Khoirunnisa.

Sebelumnya, Ketua KPU RI Ilham Saputra menyatakan pihaknya masih mengkaji rencana penyederhanaan desain surat suara yang bakal digunakan pada Pemilu 2024. Dia mencontohkan, desain surat suara hanya ada satu atau dua surat suara yang dipegang oleh pemilih.

"Misalnya, surat suara presiden dan surat suara legislatif itu disatukan. Nanti dalam surat suara yang disatukan itu, khusus untuk legislatif kita akan tampilkan daerah pemilihannya saja," ujar Ilham dalam dalam diskusi bertajuk 'Menakar Kesiapan Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024', Minggu, 30 Mei 2021. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT