27 May 2021, 13:25 WIB

Kasus Nurdin Abdullah, KPK Periksa Sejumlah Saksi


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

 MI/Susanto
  MI/Susanto
Tersangka Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/5).

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat saksi dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah. Empat saksi yang dipanggil yakni swasta Rober Wijoyo, wiraswasta M Natsir Kadir, dan dua PNS M Tasrif Mursalim dan Junaedi B.

"Pemeriksaan saksi NA (Nurdin Abdullah) terkait tindak pidana korupsi suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021 dilakukan di Polda Sulsel," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali, Kamis (27/5).

KPK juga kembali memperpanjang masa penahanan Nurdin Abdullah dan mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulawesi Selatan Edy Rahmat.

Penahanan keduanya diperpanjang selama 30 hari ke depan terhitung 28 Mei sampai 26 Juni. Perpanjangan penahanan itu agar penyidik bisa memaksimalkan pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan saksi-saksi.

Dalam perkara itu, KPK menetapkan tiga tersangka. Selain Nurdin, KPK juga menetapkan tersangka Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemprov Sulsel Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto. Perkara Agung Sucipto sebelumnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar.

Dalam kasus itu KPK menduga Nurdin menerima uang total Rp5,4 miliar terkait perizinan dan proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan. Dari tangkap tangan, KPK menyita Rp2 miliar yang diduga diserahkan Agung kepada Nurdin melalui Edy terkait proyek Wisata Bira.

Selain dari Agung, KPK menduga ada duit dari beberapa kontraktor proyek lain. Rinciannya, senilai Rp200 juta pada Desember 2020, Rp2,2 miliar pada awal Februari 2021, dan Rp1 miliar pada pertengahan Februari 2021.

Penyidik sebelumnya juga mengamankan uang sekitar Rp3,5 miliar dari serangkaian penggeledahan di kediaman pribadi serta rumah dinas Nurdin, rumah dinas Sekretaris Dinas PUTR, kantor dinas PUTR, dan rumah tersangka penyuap Nurdin, Agung Sucipto.

Uang yang diangkut penyidik itu terdiri dari mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura. Rinciannya yakni Rp1,4 miliar, US$10.000 (setara Rp142 juta), dan Sin$190.000 (setara Rp2 miliar). (Dhk/OL-09)

BERITA TERKAIT