29 April 2021, 15:27 WIB

KKB Jadi Teroris, NasDem: Aparat Bisa Lebih Tegas


Sri Utami | Politik dan Hukum

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Jenazah Bharatu I Komang Wiranata, anggota Brimob Jakarta yang gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua.

ANGGOTA Komisi I DPR  Fraksi Nasdem Kresna Dewanata Phrosakh mengatakan penetapan KKB sebagai teroris akan menarik perhatian internasional. Selain itu, pemerintah dapat lebih tegas untuk menumpas kelompok ini.

Dengan perhatian tersebut maka pemerintah dapat menjalin kerja sama dengan negara perbatasan Papua untuk memberikan informasi atas tindakan KKB.

"Yang jelas ditetapkannya KKB sebagai teroris juga bisa menarik perhatian internasional, sehingga pemerintah juga bisa bekerja sama dengan negara-negara yang berbatasan dengan Papua untuk bisa memberikan informasi maupun tindakan oleh KKB," jelasnya,Kamis (29/4).

Meski demikian aparat militer maupun kepolisiaan harus tetap menindak secara terukur agar tidak membahayakan masyarakat Papua. Sehingga keamanan dan keselamatan masyarakat Papua tetap terjaga tanpa ada rasa ketakutan.

Baca juga: Pemerintah Resmi Labeli KKB sebagai Kelompok Teroris

"Keamanan harus dijaga, warga setempat  sering oleh kelompok teroris dijadikan tameng hidup karena mereka membaur"

Dia menilai dengan ditetapkannya KKB di Papua sebagai teroris maka bisa membuat pemerintah melalui TNI, Polri bisa lebih tegas dalam menindak para pelaku teror.

"Sehingga tidak hanya dalam aspek keamanan masyarakat saja yang tergganggu oleh tindakan KKB yang dilakukan namun sebagai bentuk ancaman pertahanan negara juga. Jadi bisa dengan segala resource yang dimilik oleh negara ini untuk menumpas para teroris di Papua," paparnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud  MD memastikan pemerintah telah mengkategorikanKKB Papua serta seluruh organisasi dan orang-orang yang tergabung di dalamnya dan yang mendukung gerakan tersebut sebagai teroris.

"Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris," ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta. (OL-4)

BERITA TERKAIT