27 April 2021, 19:32 WIB

Pelantikan Menteri Investasi Momentum Tuntaskan Korupsi Jiwasraya


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Ilustrasi

PRESIDEN Joko Widodo dikabarkan akan melantik Menteri Investasi serta 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-Riset Teknologi
sebagai kementerian baru dalam Kabinet Indonesia Maju, Rabu (28/4).

Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia santer disebut menjabat menteri investasi.

Ketua kelompok relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer berharap, kehadiran Kementerian Investasi diharapkan mampu  menarik guyuran modal asing sembari diikuti komitmen pemberantasan korupsi.

"Salah satu kasus korupsi besar adalah kasus Jiwasraya dan Asabri yang diduga melibatkan para elite kekuasaan. Ini yang harus diungkap," tandasnya via pesan singkat, Selasa (27/4).

Ia menegaskan, kegagalan pengungkapan kasus korupsi kakap yang melibatkan elite kekuasan dan politik pasti akan berdampak pada masuknya modal asing.

"Ini soal kepercayaan.
Mana berani investor taruh uang kalau pejabatnya masih korup, " kata aktivis 98 ini.

Noel sapaan akrabnya mengatakan para investor pastinya butuh kepercayaan. Mereka tidak ingin uangnya yang diinvestasikan di Tanah Air raib begitu saja

Apalagi kata Noel, Indonesia punya citra tidak baik dalam kemitraan dengan investor asing. Banyak informasi yang mengungkap soal tertipunya para investor.

"Korupsi akan jadi menakutkan investor asing. Presiden Jokowi dan  Menteri Investasi harus menggaransi plus menjamin bahwa mereka bisa berbisnis yang menguntungkan di Indonesia," tandasnya.

Noel tidak ambil soal terkait nama Menteri Investasi karena menjadi hak preogratif Presiden Jokowi. Namun, ia menilai sebaiknya posisi tersebut diisi oleh sosok yang memiliki jaringan dan relasi luas.

Selain itu kata Noel, dia berharap ada sejumlah nama menteri yang tidak layak bertahan untuk diganti.
"Jangan jadi beban. Mundur saja lah lebih baik kalau sudah merasa gagal," pungkasnya.

Sementara, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman menyampaikan hingga saat ini, Presiden Jokowi belum sekalipun mengeluarkan pernyataan terkait perombakan Kabinet Indonesia Maju.

Oleh karena itu, ia meminta publik tetap tenang dan tidak banyak mengeluarkan spekulasi terkait hal tersebut. (OL-8)

BERITA TERKAIT