20 April 2021, 13:56 WIB

TNI AD Punya Penjara Anti-Kekerasan Berbiaya Rp100 Miliar


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/ANDRI WIDIYANTO
 MI/ANDRI WIDIYANTO
KSAD Andhika Perkasa

TNI AD memiliki satu instalasi tahanan berbasis teknologi dengan tingkat keamanan super ketat serta dengan pengelolaan berbasis komputerisasi dan artificial intelligente.

Termasuk pula memiliki standar kemanusiaan lebih tinggi karena setiap tahanan akan dipastikan terjaga dari potensi kekerasan oleh sesama hingga upaya melukai diri sendiri.

"Hari ini merupakan kebanggaan buat kami, karena untuk pertama kalinya TNI AD memiliki smart instalasi tahanan militer. Smart karena bebasis ICT atau information communication technology, yang membuatnya sangat aman, sangat terkendali dengan seluruhnya terprogram secara otomatis tetapi juga lebih penting lagi adalah lebih manusiawi," ujar Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa saat meresmikan Smart Instalasi Tahanan Militer pertama TNI AD di Markas Polisi Militer Kodam Jaya, Jakarta, Selasa (20/4).

Menurut dia, smart instalasi tahanan militer baru hadir di Indonesia dan dimiliki TNI AD yang berada di Markas Polisi Militer Kodam Jaya. Total anggaran yang dihabiskan untuk membangun ruang tahanan seluas 1500 m2 ini mencapai Rp100 miliar dari penganggaran 2020.

Baca juga: Pengeroyokan Di Jaksel, Satu Polisi Tewas Satu Anggota TNI Luka

"Tidak mungkin lagi ada bullying di dalam, karena segala bentuk gerakan ada analisisnya, dan analisisnya dilakukan oleh artificial intelligence, jadi sudah otomatis," kata dia.

Kasad menegaskan smart instalasi tahanan militer ini akan digandakan di tempat lain dalam rangka modernisasi dan peningkatan mutu sistem penahanan.

"Dengan sistem ini, yang tadinya tidak manusiawi, sekarang sudah bagus dan sangat aman karena semua yang ada di dalam didesain sedemikian rupa bisa mencegah vandalisme, bullying dan yang mencelakai diri sendiri," terangnya.

Ia mengatakan rumah tahanan ini hanya memiliki kapasitas 83 tahanan militer. Tahun ini pihaknya tengah melayangkan permintaan pembangunan fasilitas serupa untuk ditempatkan di salah satu provinsi di Jawa.

"Kami masih berusaha menambah untuk wilayah dengan jumlah anggota TNI AD cukup padat, prioritas di Jawa, Jawa Timur atau Jawa Barat," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT