19 April 2021, 13:31 WIB

Mahasiswa Hindu Laporkan Mualaf Desak Made ke Polisi


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

Dok.MI
 Dok.MI
Ilustrasi kerukunan beragama

KESATUAN Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) akan melaporkan seorang dosen perguruan tinggi swasta di Jakarta, Desak Made Darmawati ke Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (19/4).

Diketahui, video ceramah Made viral di media sosial lantaran menceritakan pengalamannya saat menganut agama Hindu, beberapa tahun lalu. Dalam video tersebut, Dosen Kewirausahaan tersebut dinilai menistakan atau merendahkan ajaran Hindu.

Ketua DPP KMHDI, I Putu Yoga Saputra menyebut pihaknya akan melaporkan Made terkait prnistaan agama yang dilakukannya.

"Beliau mengatakan bahwa Hindu itu adalah agama yang budi akal. Agama yang diakal-akali kemudian beliau mengatakan juga agama Hindu itu suka mengundang setan melalui sajen," terang I Putu, di Bareskrim Polri, Senin (19/4).

Baca juga: Arsul Minta Paspor Paul Zhang Dicabut

Kemudian, lanjut I Putu, Made juga mengatakan bahwa Bali itu merupakan salah satu tempat setan terbesar di antara Hindia dan Tiongkok.

"Maka, kami laporkan penistaan agama melalui Juncto ke Uu ITE karena menyebarkan video tersebut," paparnya.

Adapun barang bukti yang dibawa pihaknya, yakni video serta bukti beredarnya video tersebut di sosial media.

Meskipun Made sudah minta maaf secara terbuka, namun I Putu bersikukuh tetap akan melaporkan yang bersangkutan.

"Terkait kasus permintaan maaf tentu kami sebagai WNI, umat beragama, khususnya kami agama Hindu, diajarkan memang untuk saling memaafkan. Tapi kita mempunyai kewajiban hak juga untuk menegakkan hukum," terangnya.

Sebelumnya, Video ceramah Made Darmawati di berbagai platform media sosial viral usai menceritakan pengalamannya saat menganut agama Hindu, beberapa tahun lalu. Kini Desak Made menjadi mualaf, menganut agama islam.

Meski tidak memicu polemik, dosen kewirausahaan tersebut mengaku tak bermaksud menistakan atau merendahkan ajaran Hindu.

“Saya tidak bermaksud dan memiliki niat untuk menistakan dan mengolok-olok agama Hindu dan masyarakat atau umat Hindu. Hal ini disebabkan semata-mata karena kelemahan dan kelalaian saya," katanya. (OL-4)

BERITA TERKAIT