15 April 2021, 17:44 WIB

Dua Anggota DPRD Jabar Jadi Tersangka Dugaan Suap Dana Banprov


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

Antara/Reno Esnir
 Antara/Reno Esnir
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan tersangka sekaligus menahan dua anggota DPRD Provinsi Jawa Barat terkait kasus dugaan suap pengurusan dana bantuan Provinsi Jabar ke Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017-2019.

Kedua anggota DPRD yang menjadi tersangka itu yakni Ade Barkah Surahman (periode 2014-2019 dan 2019-2024) dan Siti Aisyah Tuti Handayani (2014-2019).

"Perkara ini satu dari banyak kasus yang diawali dari kegiatan tangkap tangan. KPK meningkatkan status ke penyidikan sejak Februari 2021 dengan menetapkan dua orang sebagai tersangka yaitu ABS (Ade Barkah) dan STA (Siti Aisyah)," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam konferensi pers, Kamis (15/4).

Dua legislator daerah dari Partai Golkar itu menjadi tersangka dalam pengembangan kasus yang sebelumnya menjerat eks Bupati Indramayu Supendi. Ade dan Siti diduga menerima uang untuk mengawal dan memuluskan proposal proyek peningkatan jalan dari pengusaha Carsa ES terkait dana bantuan dari pemprov untuk Pemkab Indramayu itu.

Carsa kemudian mendapat proyek senilai Rp160,9 miliar dari dana bantuan itu. Ade diduga menerima duit Rp750 juta sedangkan Siti diduga menerima Rp1,05 miliar dalam kongkalikong itu. Ade dan Siti disebut berkali-kali juga mengontak Bappeda Provinsi Jawa Barat untuk mengamankan proyek tersebut.

Baca juga : Terdakwa Korupsi Izin Lobster Ajukan Jadi Justice Collaborator

"Dalam rangka memperjuangkan proposal tersebut, ABS (Ade) dan STA (Siti) beberapa kali menghubungi Bappeda Provinsi Jawa Barat memastikan atas usulan-usulan pekerjaan jalan yang diajukan Carsa ES," ucapnya

KPK menyangkakan Ade dan Siti dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Adapun kasus itu terkait dengan OTT KPK pada Oktober 2019 lalu yang turut menjerat eks Bupati Indramayu Supendi. KPK saat itu menetapkan empat tersangka yakni Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono, dan Carsa ES. Keempatnya telah divonis di pengadilan dan telah berkekuatan hukum tetap.

Dalam pengembangannya, KPK kemudian juga menjerat anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Golkar (2014-2019) Abdul Rozak Muslim sebagai tersangka lantaran diduga menerima uang Rp8,5 miliar terkait dana bantuan itu. (OL-7)

BERITA TERKAIT