14 April 2021, 16:05 WIB

Densus Ciduk 31 Teroris dari Kelompok Kajian Villa Mutiara


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

DOK MI.
 DOK MI.
Ilustrasi.

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri hingga saat ini, Rabu (14/4), telah menciduk 31 tersangka teroris yang diduga berkaitan dengan insiden bom bunuh diri yang dilakukan di depan Gereja Katedral, Makassar. Terakhir, Densus 88 menangkap tujuh tersangka teroris pada Selasa (13/4).

"Pascabom bunuh diri di Gereja Katedral, Densus mengamankan 31 tersangka teroris di Makassar dan sekitarnya," papar Kabagpenum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/4). Ahmad menyebut bahwa para terduga teroris yang ditangkap  tergabung dalam kelompok kajian Villa Mutiara.

Seluruh teroris yang diciduk juga terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Sejauh ini, kepolisian masih melakukan pengembangan terhadap insiden bom bunuh diri yang terjadi akhir Maret silam.

"Jadi, kelompok Villa Mutiara yang ikut merencanakan dan ikut dalam kelompok JAD tersebut. Satu kelompok ya," terang Ahmad.

Saat ini, lanjut Ahmad, Densus 88 terus melakukan penindakan dan penegakan hukum serta pengembangan pada jaringan-jaringan yang terlibat. Sebelumnya, sepasang suami istri berinisial L dan YSF melakukan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, pada Minggu (28/3).

Tiga hari kemudian, gedung Mabes Polri turut diserang oleh terduga teroris menggunakan air gun. Kemudian, polisi mengamankan tersangka berinisial W yang merupakan otak perakit bom. Ahmad menerangkan Densus 88 juga menangkap sejumlah rekan L dan YSF di kelompok tersebut.

Tak hanya rangkaian operasi di Makassar, Densus 88 juga mengamankan teroris di wilayah DKI Jakarta. Adapun penangkapan dilakukan di Condet, Jakarta Timur, dan Kabupaten Bekasi. Pengembangan pun dilakukan hingga terdapat 12 terduga teroris yang ditangkap. (OL-14)

BERITA TERKAIT