25 March 2021, 16:02 WIB

Diperiksa KPK, Dirut Sarana Jaya Mengaku Pasrah


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Dirut Perumda Sarana Jaya nonaktif Yoory Corneles seusai diperiksa KPK.

DIREKTUR Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya nonaktif Yoory Corneles Pinontoan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur. Seusai pemeriksaan, Yoory mengaku pasrah terkait proses yang dijalaninya.

"Saya berserah kepada Tuhan Yesus. Apapun yang terjadi ke depannya adalah yang terbaik buat saya dan keluarga saya," ujar Yoory seusai diperiksa di gedung KPK, Kamis (25/3)

Baca juga: Dirut Tersangka Korupsi, Sarana Jaya Fokus Garap Proyek DP Rp0

Yoory irit berbicara terkait kasus yang menjeratnya. Dia pun enggan menanggapi perihal materi pemeriksaannya. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut Yoory diperiksa sebagai saksi. Adapun Yoory diduga sudah ditetapkan tersangka, lantaran telah dinonaktifkan oleh Gubernur DKI Jakarta.

Sebelumnya, penyidik lembaga antirasuah juga sudah memeriksa Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtunewe. Penyidik mendalami keterangan Anja terkait proses pengadaan dan pembayaran pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon.

"Anja Runtunewe dikonfirmasi, antara lain terkait dengan proses pengadaan dan pembayaran dari pengadaan tanah di Munjul," papar Ali.

Baca juga: Anies Nonaktifkan Anak Buahnya yang Jadi Tersangka Korupsi

KPK tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah oleh BUMD DKI Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Namun, daftar nama tersangka belum diumumkan secara resmi. Pengumuman tersangka oleh KPK akan dilakukan bersamaan dengan penahanan.

KPK juga sudah mengajukan pencegahan ke luar negeri untuk sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Pencegahan ke luar negeri berlaku selama enam bulan terhitung sejak 26 Februari lalu.(OL-11)

BERITA TERKAIT