23 March 2021, 13:06 WIB

Kubu Moeldoko Tuding SBY Antidemokrasi


Anggitondi Martaon | Politik dan Hukum

ANTARA/Asprilla Dwi Adha
 ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono

KETUA Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai sudah ditinggalkan oleh sahabat-sahabatnya. Sebab, mantan Ketua Umum (Ketum) Demokrat itu dinilai telah mengingkari nilai demokrasi yang selama ini menjadi ciri khas partai tersebut.

"Tidak ada satupun sahabat SBY yang mau membela otokrasi dan Keluargaisme SBY di Demokrat," kata juru bicara Demokrat kubu Moeldoko, M Rahmad, dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3).

Pihak Moeldoko menuding pembela SBY dan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah orang yang tidak paham sejarah partai. Mereka bahkan dituding pihak yang antidemokrasi.

Baca juga: Demokrat Kubu Moeldoko Lengkapi Berkas Pendaftaran Hasil KLB

Menurut dia, sudah menjadi rahasia umum bahwa kebijakan Demokrat dipegang kelompok tertentu, yaitu Keluarga Cikeas. Hal itu terlihat dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Kongres V Demokrat 2020.

Dalam pasal 17 ayat (6) AD/ART Demokrat, Majelis Tinggi Partai Demokrat diberikan kewenangan mengambil keputusan strategis partai. Di antaranya, menentukan calon presiden dan wakil presiden, calon ketua atau pimpinan DPR, calon anggota legislatif pusat, calon koalisi pada pemilihan presiden (pilpres) dan lain sebagainya.

"SBY penguasa tunggal dalam Demokrat," tuding dia.

Rahmad pun mencibir aturan partai tersebut. AD/ART tersebut dianggap sangat tidak demokratis.

"Katanya pejuang demokrasi, kok arahnya otokrasi dan otoriterian?" tanya dia. (OL-1)

BERITA TERKAIT