13 March 2021, 12:14 WIB

Kubu Moeldoko Laporkan AHY Soal Dugaan Akta Palsu Pendirian Partai


Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY

PARTAI Demokrat Kubu Moeldoko melaporkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY ke Bareskrim Polri terkait dugaan pemalsuan akta pendirian partai. AHY dinilai memasukkan nama Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY sebagai pendiri partai.

Laporan itu dilayangkan oleh delapan orang kader Partai Demokrat yang sebagian besar kekinian berada di kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Moeldoko yakni Damrizal, Ahmad Yahya, Yus Sudarso, Syofwatillah Mohzaib hingga Franky Awom.

"Jadi kita hari ini akan melaporkan saudara AHY diduga kuat melakukan pemalsuan akta otentik pendirian Partai Demokrat," kata Rusdiansyah selaku kuasa hukum pelapor di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/3).

Rusdiansyah mengungkapkan, pada 2020 AHY diduga memalsukan akta otentik pendirian Partai Demokrat dengan mencantumkan SBY selaku ayahnya sendiri sebagai pendiri Partai Demokrat. Rusdiansyah menyebut AHY melakukan perubahan akta pendirian Partai Demokrat di luar forum kongres.

"Sementara (akta) pendirian Partai Demokrat di tahun 2001 tidak ada nama Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pendiri Partai Demokrat," ungkapnya.

Baca juga: Pecahnya Demokrat Berpeluang Ciptakan Poros Koalisi Baru

Berkenaan dengan itu, Rusdiansyah mengklaim turut membawa sejumlah barang bukti untuk menguatkan laporannya. Beberapa barang bukti yang dibawa yakni akta otentik pendirian Partai Demokrat Tahun 2001, AD/ART Partai Demokrat Tahun 2020, dan Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Tahun 2020.

"Kita menduga kuat ini dilakukan oleh AHY untuk merubah sejarah Partai Demokrat bahwa yang mendirikan Partai Demokrat adalah SBY. Fakta hukum mengatakan di akta pendirian Partai Demokrat tidak ada nama Susilo Bambang Yudhoyono," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT