05 March 2021, 17:32 WIB

Polisi : Intan Jaya Kondusif


Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum

MI/Marcel Kelen
 MI/Marcel Kelen
Intan Jaya kondusif

POLISI memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Intan Jaya, Papua kondusif. Polisi menepis kabar bahwa Intan Jaya tidak kondusif pasca TNI-Polri baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Iya aman di sana, KKB di gunung, jauh," kata Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudusy, Jumat (5/3).

Maka itu, masyarakat diminta tidak panik. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Saat ini telah diselenggarakan kerja bakti antar pemerintah dan warga di Intan Jaya.

Tokoh Intelektual Perempuan Rehina Belau bersyukur situasi telah kondusif di Intan Jaya. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak atas terciptanya suasana yang aman dan damai.

"Hari ini, kami bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan," kata Rehina, dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Ropinus Sondegau menyebut kegiatan kerja bakti merupakan hal yang sangat positif. Kegiatan itu dinilai menjadi salah satu solusi untuk menjaga keamanan di daerah Kabupaten Intan Jaya.

"Sebelumnya ini keadaannya tidak nyaman tidak aman, tetapi proses perlahan-lahan dengan berbagai cara kami lakukan bersama pemuda-pemuda yang ada di Intan Jaya ini," ujarnya.

Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan mengungkapkan dalam kegiatan kerja bakti tersebut melakukan pemberian bantuan. Yakni berupa bensin, snack, gula, kopi, teh, dan pinang.

Pemberian bantuan dilakukan oleh Anggota Pembinaan Masyarakat (Binmas) Noken. Sandi mengatakan akan membentuk kelompok pemuda itu menjadi suatu organisasi kepemudaan, dengan mengedepankan fungsi Polmas atau Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM).

Baca juga : MAKI Laporkan Dugaan Penyimpangan Pajak Rp1,7 Triliun

"Didaftarkan di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dan akan menjadi organisasi pemuda pertama di Intan Jaya. Kegiatan berjalan lancar," ujarnya.

Sebelumnya, Pastor Yustinus Rahangiar Pr selaku Pastor Paroki Bilogai, Intan Jaya, mengatakan situasi keamanan di wilayahnya hingga kini belum sepenuhnya kondusif. Kondisi keamanan di sana sampai sekarang tidak menentu, kontak senjata antara aparat TNI-Polri dengan KKB bisa terjadi kapan saja dan masyarakat bisa mengungsi kapan saja.

"Pihak keamanan belum memberikan jaminan sampai kapan situasinya benar-benar bisa pulih kembali, sementara pemerintah daerah juga tidak bisa diharapkan untuk menjamin keamanan warganya. Dalam situasi yang tidak menentu ini, kami dari Gereja Keuskupan Timika akan terus mengirim bantuan sejauh umat mampu membantu," kata Pastor Yustinus. Masyarakat dari beberapa kampung di Intan Jaya mengungsi ke berbagai tempat, seperti di Kampung Mamba. Lokasi terjadi penembakan terhadap seorang prajurit TNI dan tiga warga pada Februari lalu.

Kondisi serupa juga terjadi di Titigi dan Hitadipa, lokasi di mana terjadi penembakan terhadap seorang pendeta dan katekis pada Oktober 2020. Saat ini warga dari kampung-kampung sekitar yang sebelumnya mengungsi ke kompleks gereja dan pastoran sudah kembali ke kampung mereka masing-masing.

Meski sudah kembali ke rumah masing-masing, warga tidak bisa pergi ke kebun karena takut menjadi korban tembak salah sasaran, baik oleh aparat keamanan maupun oleh KKB atau yang disebut Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).  (OL-2)

 

BERITA TERKAIT