03 March 2021, 20:45 WIB

MIT-Satgas Baku Tembak Lagi, Satu Brimob Tertembak


M Taufan SP Bustan | Politik dan Hukum

Ant/Basri Marzuki
 Ant/Basri Marzuki
Sejumlah prajurit TNI AD melakukan penyisiran untuk memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), di Sulawesi Tengah.

BELUM kering air mata duka di mata TNI, hari ini Polri kembali berduka. Di mana, baku tembak antara prajurit TNI dan Polri kembali terjadi dengan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Rabu (3/3). Dalam peristiwa itu seorang anggota satgas dari satuan Brimob tertembak.  

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, baku tembak itu berpusat di pegunungan Dusun Gayatri, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, terjadi sekitar pukul 16.00 WITA.  

Di mana, satgas Bravo 5 yang tengah melakukan patroli bertemu dengan kelompok MIT yang dipimpin langsung Ali Kalora.  

Saat pertemuan itu, baku tembak pun tidak terhindarkan sehingga mengakibatkan satu anggota Polri berpangkat Briptu dan bernama Herlis terkena tembakan di bagian badan dan meninggal di tempat.  

"Jadi ini rangkaian peristiwa yang Senin (1/3). Patroli yang dilakukan untuk mengejar Ali Kalora. Saat patroli prajurit kita menemukan Ali Kalora bersama anggotanya sampai terjadi baku tembak," katanya kepada sejumlah jurnalis seusai melihat jenazah Briptu Herlis di kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Sulteng di Palu, Rabu (3/3).  

Saat ini, jenazah Briptu Herlis sudah disemayamkan di kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Sulteng di Palu. Selanjutnya, petugas medis akan melalukan visum.  

"Rencananya jenazah akan diterbangkan ke kampungnya di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Rencananya malam ini atau besok pagi," terang Didik.

Di samping itu, satgas yang terlibat baku tembak masih melakukan pengejaran. Pasalnya, pasca baku tembak, MIT langsung melarikan diri dan menghilang.  

Terkait laporan bahwa dalam baku tembak itu Ali Kalora terkena tembakan, Didik mengkonfirmasi bahwa laporan awalnya demikian. Namun, ia belum bisa memastikan.  

"Saat baku tembak memang terlihat Ali Kalora dan berdasarkan laporan anggota kita di lapangan, Ali Kalora terkena tembakan namun masih bisa melarikan diri. Yang pasti sekarang masih dikejar dan minta doanya tidak ada lagi korban jiwa dan MIT bisa ditangkap semuanya," tandas Didik.  

Sebelumnya, dua anggota MIT yakni Khairul alias Irul alias Aslam (25) dan Alvin alias Adam alias Mus'ab, alias Alvin Anshori (27) meninggal dalam baku tembak di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, pada Senin (1/3).

Dalam peristiwa tersebut, satu prajurit TNI AD meninggal. Dia adalah Praka Dedi Irawan dari Satgas Operasi Madago Raya yang BKO dari tim Koopsgabsus. (OL-13)

Baca Juga: Densus Tangkap Dua Simpatisan MIT di Poso

BERITA TERKAIT