27 February 2021, 20:31 WIB

Kunjungan Kapolri ke Papua Efektif Jika Buka Dialog


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

Puspen TNI
 Puspen TNI
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit 

PENELITI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cahyo Pamungkas menilai kunjungan kerja yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Papua tak akan otomatis kelihatan hasil.

Hal itu lantaran konflik di Papua tak serta-merta hanya pada kekerasan politik saja. Maka, lanjut Cahyo, dibutuhkan dialog dengan cara bermusyawarah dan menganggap mereka sebagai anak bangsa.

"Sebagai sesama anak bangsa dan seperti yang dilakukan pemerintah pada Gerakan Aceh Merdeka (GAM)," ucap Cahyo kepada Media Indonesia, Sabtu (27/2).

"Kalau dengan kekerasan akan menjadi beban bagi KKB maupun sipil maupun aparat," tambahnya.

Menurutnya, kerja Kapolri akan efektif jika upaya yang dilakukan tidak melulu melalui kekerasan.

Sejatinya, Cahyo berharap kunker yang dilakukan Kapolri seharusnya dengan cara berdialog dengan tokoh masyarakat Papua, tokoh adat, dan tokoh-tokoh gereja Papua.

"Mungkin akan efektif ya, tapi kalau hanya formalitas ya sama saja," terangnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan pertemuan dengan Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi dalam rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke Papua.

Keduanya memberikan motivasi, apresiasi dan membakar semangat para prajurit tersebut.

Menurut Hadi, titik keberhasilan dalam setiap tugas lapangan ialah kuatnya kerjasama antara TNI-Polri yakni dengan mensinergikan komunikasi dan kolaborasi yang dibarengi oleh evaluasi bersama setiap kegiatan yang telah dilakukan. (OL-8)

BERITA TERKAIT