17 February 2021, 21:50 WIB

Hubungan Rizieq dengan IS Harus Dibuktikan


Antara | Politik dan Hukum

MI/ANDRI WIDIYANTO
 MI/ANDRI WIDIYANTO
Rizieq Shihab saat akan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

PAKAR hukum pidana Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji mengatakan hubungan Rizieq Shihab dengan Islamic State (IS) harus dibuktikan untuk kepastian hukum.

"Proses justitia memang sebaiknya ditindaklanjuti untuk kepastian hukum siapa pun yang terlibat pada kasus ini," kata Indriyanto Seno Adji di Jakarta, Rabu (17/2).

Polri disarankan agar memeriksa Rizieq terkait dengan video yang berisi pernyataan mengenai mendukung IS. Penegakan hukum bisa membuktikan seperti apa hubungan Rizieq dengan IS.   

Saat pembubaran FPI beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD memutar video Rizieq saat orasi menyatakan dukung kepada IS. Video berdurasi lebih dari 2 menit tersebut diduga diambil pada tanggal 20 Februari 2017.

Baca juga: Polisi: Rizieq Shihab Sehat di Bareskrim

Meski kejadiannya sudah cukup lama, menurut Indriyanto, pernyataan Rizieq itu masih bisa diproses hukum.

"Sepanjang tidak kedaluwarsa, tetap bisa dilakukan proses justitia terhadap pernyataan dukungan terhadap IS yang melanggar hukum tersebut," katanya.

Indriyanto mengatakan mungkin penegak hukum bukan tidak memproses kasus ini, tetapi masih mengumpulkan alat bukti. "Jadi, pengungkapan kasus ini tidak sekadar ucapan RS, tetapi diperlukan penguatan alat bukti," kata Indriyanto.

Di samping itu, dia menilai pernyataan dukungan Rizieq ke IS memiliki dampak besar bagi para pengikutnya. "Pernyataan ini memang memiliki dampak besar bagi keterlibatan FPI atas gerakan terorisme yang terbukti pengungkapannya," ujar Indriyanto.    

Rizieq melalui kuasa hukumnya Aziz Yanuar membantah mendukung IS dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Menurut Aziz, Rizieq sudah bersikap tidak mendukung IS dan JAD sejak 2014. (R-3)

BERITA TERKAIT