16 February 2021, 15:27 WIB

Peradi Dukung Dino Bongkar Mafia Tanah


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Ilustrasi

DUGAAN praktik mafia tanah yang menimpa mantan Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal harus menjadi perhatian dari pemerintah dan aparat penegak hukum.

Pasalnya, kasus yang menimpa Dino merupakan praktik lazim yang banyak terjadi menimpa masyarakat.

Demikian disampaikan etua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi SAI) Juniver Girsang, Selasa (16/2).

Menurut Juniver, kasus ini menunjukkan masih ada problematika besar atas kepemilkan tanah di Tanah Air.

"Laporan Fredy Kusnadi ke Kepolisian terhadai Dino Patti Djalal menunjukkan adanya anomali prinsip keadilan. Tidak bisa di bayangkan sekelas Dino dan keluarganya bisa menjadi korban. Bagaimana dengan masyarakat kecil yang tidak mempunyai  jaringan dan kemampuan finansial kalau berhadapan dengan mafia tanah," tandasnya.

Ia menambahkan, selaku pimpinan organisasi advokat, Juniver mengaku banyak menemukan perkara sertifikat ganda, bodong serta yang salah obyek tanahnya. 

Juniver mendorong Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengevaluasi dan menuntaskan sengkarut persoalan tanah tersebut.

"BPN harus bisa mencari dan menemukan solusi atau jalan keluar agar masalah pertanahan ini bisa selesai dan memberi keadilan kepada pihak korban," tandasnya.

Sementara, Sekjen DPN Peradi Patra M Zen menyatakan kepercayaannya proses hukum terhadap akan dilakukan dengan profesional. 

"Jika keluarga Dino saja bisa menjadi korban mafia tanah, apalagi masyarat kebanyakan yang tidak memiliki akses ekonomi dan kekuasaan. Kita rindu pihak kepolisian bisa membongkar tuntas dalang dan aktor intelektual mafia tanah yang menyusahkan hidup masyarakat," pungkasnya.

Dalam kasus yang menerpa keluarga Dino Patti Djalal, Polda Metro Jaya menyatakan telah menerima tiga laporan terkait pemalsuan sertifikat rumah orang tua mantan Duta Besar RI untuk Amerika tersebut. 

Tiga laporam yang diterima mengenai kasus serupa di lokasi yang berbeda yaitu Kemang, Pondoh Indah, dan Cilacap. Laporan ini sehubungan dengan adanya perubahan nama kepemilikan tanpa ada proses pengalihan hak secara sah. 

Pihak Dino meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk mengusut tuntas kasus mafia tanah tersebut. 

Adapun modusnya menurut Dino, sindikat ini mengincar target, membuat KTP palsu, berkolusi dgn broker hitam dan notaris bodong, dan pasang figur-figur mirip foto KTP yang dibayar untuk berperan sebagai pemilik KTP palsu.

Perkara yang dialami orang tua Dino kemudian menyeret dirinya menjadi pihak terlapor di Kepolisian. Laporan terhadap Dino berawal dari penyataannya yang menuding Freddy sebagai aktor sindikat mafia tanah yang mencuri sertifikat tanah milik orang tua Dino. Pernyataan Dino disampaikan melalui cuit diakun twitter miliknya. 

Freddy melaporkan Dino atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik, Sabtu (13/2).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap laporan terhadap Dino. (OL-8)

BERITA TERKAIT