23 December 2020, 15:15 WIB

Tanpa Bukti dan Korban Kabur, Penembakan di Sugapa Nihil Tersagka


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

ANTARA/Aditya Pradana Putra
 ANTARA/Aditya Pradana Putra
Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letnan Jenderal TNI Dodik Widjanarko

TIM Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) terkendala menyelesaikan perkara dugaan salah tembak di bandara Sugapa, Papua. Pasalnya kelakuan yang mengaku korban kejadian ini enggan memenuhi pemeriksaan dan kabur usai dinyatakan pihak rumah sakit tidak terdapat luka ataupun proyektil.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko menerangkan hasil investigasi Tim Mabesad tidak ditemukan bukti penembakan yang dilakukan oleh personel TNI terkait korban salah tembak gembala gereja di Bandara Sugapa atas nama Agustinus Duwitau yang mengaku mengalami luka tembak. Tim juga kesulitan mengungkap perkara ini karena Agustinus Duwitau melarikan diri dari rumah sakit.

"Apabila korban tidak hadir, tidak bisa dimintai keterangan dan juga tidak dapat diajukan visum et repertum (VeR)," terang Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko di Markas Komando Puspomad, Jakarta, Rabu (23/12).

Ia mengatakan pengungkapan kasus ini tidak bisa dilakukan ketika tidak terdapat bukti. Ditambah lagi pihak yang mengaku korban tidak memenuhi panggilan pemeriksaan.

"Kami selaku penyidik tidak dapat menetapkan seseorang menjadi tersangka tanpa alat bukti yang kuat dan meyakinkan. Sehingga terhadap kasus tersebut penyidik belum menetapkan adanya oknum prajurit TNI AD sebagai tersangka," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT